Deretan Bom Bunuh Diri di Indonesia yang Memakan Banyak Korban
TIMES Probolinggo/Ilustrasi - etugas saat melakukan olah TKP pasca serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya Minggu (13/5/2018) (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

Deretan Bom Bunuh Diri di Indonesia yang Memakan Banyak Korban

Bom bunuh diri terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (7/12/2022). Ledakan bom tersebut merusak s ...

TIMES Probolinggo,Rabu 7 Desember 2022, 13:10 WIB
1.3M
M
Moh Ramli

JAKARTABom bunuh diri terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (7/12/2022). Ledakan bom tersebut merusak sebagian bangunan polsek.

Adapun korban ada tiga orang dan kini sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Imanuel Bandung. Saat berita ini diturunkan, Polda Jawa Barat sedang melakukan olah TKP. Diketahui, bom bunuh diri ini bukanlah pertama di Indonesia. 

Berikut ini rangkaian bom bunuh diri yang pernah terjadi di tanah air, hingga memakan banyak korban:

Bom Bali

Bom bunuh diri pertama terjadi pada 12 Oktober 2002 di Bali. Bom meledak di tiga tempat berbeda pada yang bersamaan. Tiga ledakan itu menelan korban 202 orang yang saat itu berada di lokasi kejadian. Mayoritas korban merupakan warga negara Australia.

Dari peristiwa itu, polisi berhasil menangkap para pelaku yang tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyyah (JL) yakni Amrozi, Abdul Aziz, dan Ali Ghufron yang dihukum mati. Sedangkan Ali Imron, Mubarok dan Umar divonis penjara seumur hidup.

Bom Marriott

Bom bunuh diri selanjutnya yakni terjadi di Hotel JW Marriott, Jakarta pada 5 Agustus 2003. Ledakan bom itu menewaskan 14 orang dan luka-luka sebanyak 156 orang.

Pelaku bom bunuh diri itu diketahui bernama Asmar Latin Sani yang mengendarai Toyota Kijang B 7462 ZN. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.

Bom Kedutaan Besar Australia

Selanjutnya, bom bunuh diri terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. Tepatnya di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 9 September 2004, pukul 10.15 WIB. Ledakan itu membuat sembilan orang meninggal dunia dan 180 luka-luka.

Pelaku kekejian itu diketahui adalah Heri Golun atau bernama asli Heri Kurniawan yang saat itu meledakkan bom menggunakan mobil Daihatsu Zebra.

Bom Thamrin

Lalu setelah itu yang tak kalah menggegerkan adalah bom yang terjadi di persimpangan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016, pukul 10.40 WIB. Kepolisian menyebutkan, pelaku yang tak diketahui jumlahnya itu membawa granat dan senjata api.

Serangan dimulai ketika sebuah ledakan terjadi di tempat parkir menara Cakrawala, di depan garai Starbuck persimpangan Sarinah pukul 10.40 WIB. Lalu tiga ledakan berikutnya terjadi di sebuah pos polisi tempat di persimpangan Sarinah dan menewaskan satu warga sipil. Kedua ledakan lainnya terjadi di dalam garai Starbucks dan menewaskan satu warga sipil.

Setelah ledakan-ledakan itu, kepolisian mencoba menyergap beberapa pelaku serangan. Suara tembakan antara pelaku dan polisi terdengar dari dalam Menara Cakrawala. Usai aksi tembak, polisi berhasil menembak mati Tiga pelaku serangan dan dua pelaku ditangkap. Sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dengan bom bunuh diri.

Akibat membunuh diri itu, anggota kepolisian turut menjadi korban penembakan oleh pelaku. Tujuh orang disebut menjadi pelaku serangan. Setelah serangan itu polisi juga menyebutkan terjadi tujuh korban jiwa di mana 5 diantaranya merupakan pelaku serangan dan dua orang lainnya merupakan korban penembakan dan ledakan.

Bom Surabaya

Lalu bom bom bunuh diri selanjutnya terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu 13 Mei 2018. Pelaku melakukan teror menyerang tiga gereja di Surabaya dan pintu masuk Polrestabes Surabaya.

Serangan dimulai dari ledakan pertama yang menghantam gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel. Lalu selang beberapa lama disusul dengan ledakan bom kedua yaitu di Gereja Kristen Indonesia atau GKI, di Jalan Diponegoro dan di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna. Serangan selanjutnya berada di Polrestabes Surabaya.

Aksi teror beruntun itu mengakibatkan 13 orang tewas dan 43 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelaku pembunuh diri segitiga gereja adalah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan empat anak. Pelaku diduga dari jaringan ISIS yakni kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Ramli
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.