Ahmad Fahrur Rozi Klarifikasi Isu Tambang Nikel di Raja Ampat: Pulau Gag Bukan Piaynemo
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau lokasi tambah PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Foto: antaranews)

Ahmad Fahrur Rozi Klarifikasi Isu Tambang Nikel di Raja Ampat: Pulau Gag Bukan Piaynemo

Komisaris PT Gag Nikel, KH Ahmad Fahrur Rozi, yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, menegaskan bahwa aktivitas pertambangan nikel PT Gag Nikel tidak berada di ikon wisata Piaynemo

TIMES Probolinggo,Selasa 10 Juni 2025, 22:46 WIB
484.1K
W
Wahyu Nurdiyanto

JakartaKomisaris PT Gag NikelKH Ahmad Fahrur Rozi, yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, menegaskan bahwa aktivitas pertambangan nikel PT Gag Nikel tidak berada di ikon wisata Piaynemo, melainkan di Pulau Gag yang berjarak sekitar 40 kilometer dari destinasi wisata tersebut.

Pernyataan itu ia sampaikan lewat pesan singkat, Senin (9/6/2025), setelah kampanye #SaveRajaAmpat yang memadukan citra Piaynemo dengan gambar tambang nikel viral di media sosial.

Pulau Gag, lanjutnya, sudah memegang izin eksplorasi sejak 1998 dan resmi berstatus Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada 2017.

“Lokasi itu memang dialokasikan untuk tambang; bukan kawasan wisata,” ujar Fahrur, yang juga menjabat komisaris di PT Gag Nikel. 

Ia menyesalkan kemunculan foto‑foto hasil olah kecerdasan buatan (AI) yang menempatkan panorama Piaynemo bersisian dengan gambar tambang.

“Banyak orang akhirnya mengira penambangan dilakukan di area wisata,” tuturnya.

Fahrur menekankan bahwa narasi menyesatkan semacam itu dapat merusak kepercayaan publik dan dipakai pihak tertentu untuk agenda lain, termasuk isu separatis. 

Dari sisi geologi, Piaynemo merupakan kawasan karst batu gamping—jenis batuan yang tidak mengandung nikel—sedangkan nikel umumnya terbentuk di laterit yang berkembang di atas batuan ultrabasa seperti peridotit. Itu sebabnya, menurut Fahrur, Piaynemo “secara ilmiah tidak memiliki potensi nikel.” 

Terkait tudingan kerusakan lingkungan, Fahrur meminta pihak yang menuduh “menunjukkan bukti pencemaran apa dan di titik mana.” Ia juga mengimbau publik mengandalkan laporan resmi kementerian atau hasil inspeksi inspektorat, bukan “gorengan medsos.” 

Fahrur memastikan operasional PT Gag Nikel dijalankan sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan rutin diaudit Kementerian Lingkungan Hidup. “Selama ini tidak ada aturan yang dilanggar,” ujarnya. 

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menghentikan sementara kegiatan PT Gag Nikel guna melakukan verifikasi lapangan. Ia menegaskan lokasi tambang memang berada 30‑40 km dari destinasi wisata dan meminta publik menunggu hasil investigasi resmi.

Menutup pernyataannya, KH Fahrur Rozi mengajak semua pihak menjaga keindahan Raja Ampat “dengan data, bukan sensasi.” Ia menegaskan bahwa kepedulian lingkungan tetap penting, tetapi harus dibarengi tanggung jawab menyebarkan informasi yang benar. (*)

 

 

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.