TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Di tengah kekhawatiran para pedagang Pasar Semampir akan penjualan yang menurun akibat persaingan dengan pedagang trotoar, Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, mengambil langkah tegas. Saat melakukan inspeksi harga komoditi, ia mendengarkan keluhan pedagang dan memutuskan untuk menertibkan situasi.
"Kami tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut. Pedagang di dalam pasar juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mencari nafkah," tegas Ugas saat berdialog dengan pedagang sayuran yang berjualan di trotoar.
Dengan nada serius, Ugas mengingatkan, berjualan di trotoar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat merugikan pedagang lain yang mematuhi peraturan pasar.
"Ini adalah tindakan yang tidak adil, dan saya tidak akan membiarkannya terjadi di bawah pengawasan saya," lanjutnya.
Ugas memberikan ultimatum satu minggu kepada para pedagang trotoar untuk mengosongkan area tersebut. Ia juga berencana mempercantik trotoar dengan pot bunga, sebagai upaya untuk mengembalikan keindahan dan ketertiban di sekitar pasar.
"Kami kasih waktu seminggu. Nanti semua pedagang harus masuk ke dalam pasar. Pagar depan nanti akan kami poles biar tambah cantik," ungkapnya.
Sementara itu, Sunark, seorang pedagang sayuran di trotoar, menyatakan bahwa pindah ke trotoar adalah keputusan terpaksa karena sepinya pembeli di dalam pasar.
"Kami hanya ingin bertahan hidup. Jika ada solusi lain, kami tentu akan mengikutinya," ungkap Mus dengan nada berharap.
Dengan langkah ini, Pj Bupati Probolinggo berharap dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih kondusif bagi semua pedagang dan pengunjung. (*)
Pewarta | : Abdul Jalil |
Editor | : Ryan Haryanto xxx |