https://probolinggo.times.co.id/
Berita

DPRD Pertanyakan Mangkraknya Pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo

Kamis, 03 Februari 2022 - 19:48
DPRD Pertanyakan Mangkraknya Pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo Kondisi lahan parkir yang memakan bahu jalan tidak tertata kerap menimbulkan kemacetan. (FOTO: Rapel/TIMES Indonesia)

TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Komisi III DPRD Kota Probolinggo, mempertanyakan revitalisasi pembangunan pasar baru di kota setempat, yang hingga kini masih mangkrak. Proyek pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo itu dilaksanakan sejak 2015 silam.

Hal itu dipertanyakan Ketua Komisi III Agus Riyanto, DPRD Kota Probolinggo, dalam sidang RDP yang digelar pada Kamis (3/2/2022). Agus meminta kepada Dinas Pembagunan Umum (PU) setempat, agar lebih fokus dan memprioritaskan terkait pembangunan Pasar Baru tersebut.

Ia begitu menyayangkan hal ini terjadi, karena dari pengamatan pihaknya, tak sedikit keluhan dari pedagang, lapak mereka di pasar baru semakin sepi dan tidak nyaman. Bahkan tak sedikit pula yang sampai gulung tikar.

Dampak dari mangkraknya pembangunan itu, pemandangan di Jalan Siaman terlihat sangat kumuh, serta jika di musim penghujan seperti saat ini bau tak sedap kerap dirasakan oleh warga sekitar.

"Kondisi seperti ini menyebabkan usaha lapak sebelah timur menjadi sepi. Ya, karena sulitnya akses pembeli untuk masuk ke area itu," terang Agus.

Menurut Agus, dikarenakan dari beberapa faktor seperti lahan parkir dan tumpukan sampah, serta mereka yang terpaksa menggelar lapak di ruas jalan karena tidak kebagian tempat di dalam pasar.

Kekurangan lahan parkir yang menyebabkan kemacetan juga menjadi masalah yang sangat vital. Hal ini diharapkan agar fungsi pasar dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

"Tak sedikit dari warga dan pedagang mengeluhkan keberadaan sampah di tempat itu, saya harap ini bisa menjadi acuan dan perhatian khusus dari Dinas PU dan DLH, agar segera menemukan win-win solution terkait permasalahan ini," katanya.

Agus menambahkan, keberadaan pasar tradisional yang ideal ini seharusnya dapat mendongkrak perekonomian warga, khususnya masyarakat Kota Probolinggo, agar pasar tradisional tidak ditinggalkan masyarakat.

Soal kebersihan di pasar baru itu, Kepala DLH Kota Probolinggo, Rachmadeta mengatakan, kalau sampah yang ada di Pasar Baru itu bukan hanya dari pedagang saja. Namun juga berasal dari pemukiman warga sekitar pasar.

"Kami kerap melakukan pengambilan sampah itu sehari bisa sampai dua hingga 3 kali," ungkap Rachmadeta.

Rachmadeta juga menyayangkan, atas ketidak sadaran masyarakat dengan membuang sampah sembarangan, dirinya juga akan terus meningkatkan frekuensinya terkait pengambilan sampah di Pasar Baru Kota Probolinggo, setiap harinya agar lebih kondusif. (*)

Pewarta : Ryan H
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.