Dongkrak Ekonomi, PLN NP Paiton Dorong Hilirisasi Kopi Probolinggo
PLN Nusantara Power UP Paiton mendorong hilirisasi Kopi Turi di Desa Batur, Kabupaten Probolinggo. Solusi strategis guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di tingkat petani.
PROBOLINGGO – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus mendorong program hilirisasi produk kopi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di tingkat petani.
Perusahaan pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTU Paiton tersebut berupaya menggeser paradigma petani agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan bahan mentah (green bean). Dengan transformasi menjadi produk olahan, komoditas kopi diharapkan memiliki daya saing dan nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar.
Hal itu ditegaskan oleh Senior Manager PLN Nusantara Power UP Paiton, Dwi Juli Harsono. Menurutnya, penguatan kapasitas dari hulu ke hilir menjadi kunci keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
“Kami juga mendukung penguatan pemasaran digital agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Dwi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan perlengkapan produksi dan paket digital marketing kepada Kelompok Tani (Poktan) Kopi Pandan Wangi di Desa Batur, Kecamatan Gading, pekan lalu, Selasa (14/4/2026).
Bantuan yang diserahkan meliputi grain moisture meter, thermal printer, apron, meja portabel, serta berbagai perlengkapan pendukung produksi lainnya.
Langkah penguatan hilirisasi ini menjadi sangat relevan jika menilik tantangan yang dihadapi sektor perkebunan kopi di Kabupaten Probolinggo saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi kopi di wilayah ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Pada tahun 2024, produksi kopi tercatat mencapai 5.645,20 ton, namun angka tersebut menyusut menjadi 4.040,95 ton pada tahun 2025. Khusus di Kecamatan Gading, total produksi kopi sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 73,20 ton.
Kondisi penurunan kuantitas ini menuntut adanya strategi kompensasi melalui peningkatan kualitas dan nilai ekonomi produk olahan. Dengan volume yang terbatas, pendapatan petani hanya bisa tetap terjaga jika mereka mampu menjual produk akhir yang sudah terstandarisasi.
Optimisme Petani dan Digitalisasi "Kopi Turi"
Berada di ketinggian ketinggian 700 mdpl di lereng Pegunungan Argopuro, Desa Batur merupakan salah satu kantong penghasil Robusta.
Desa berpenduduk sekitar 7.630 jiwa ini, dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi robusta di kawasan Pegunungan Argopuro. Secara turun-temurun, masyarakat setempat menggantungkan mata pencahariannya pada sektor perkebunan kopi.
Melalui pendampingan ini, Poktan Pandan Wangi mulai mentransformasi hasil panennya menjadi produk olahan bermerek "Kopi Turi", mulai dari bentuk roasted beans hingga kopi bubuk kemasan.
Perwakilan Poktan Pandan Wangi menyatakan optimisme bahwa dukungan sarana produksi ini akan memperkuat strategi pemasaran yang selama ini telah berjalan secara mandiri melalui platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shop.
Dengan standarisasi alat yang lebih mumpuni, diharapkan Desa Batur dapat berkembang menjadi sentra industri kopi robusta unggulan. Sinergi ini tidak hanya ditargetkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara finansial, tetapi juga memperkuat identitas produk lokal Probolinggo di tingkat nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

