Wali Kota Probolinggo Buktikan Urban Farming Bukan Sekadar Gaya
Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin saat panen raya pisang Cavendish. (Foto: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia)

Wali Kota Probolinggo Buktikan Urban Farming Bukan Sekadar Gaya

Gerakan urban farming di Kota Probolinggo tidak berhenti sebagai slogan. Wali Kota Aminuddin membuktikannya dengan memanen

TIMES Probolinggo,Jumat 15 Mei 2026, 13:01 WIB
9.4K
S
Sri Hartini

PROBOLINGGOGerakan urban farming di Kota Probolinggo tidak berhenti sebagai slogan. Wali Kota Aminuddin membuktikannya dengan memanen langsung pisang cavendish dari lahan sempit 2.500 meter persegi milik Panti Asuhan Al Umah di Kelurahan Wonoasih, Rabu (13/5/2026). Hasilnya, dalam satu bulan, lahan yang ditanami 280 pohon itu mampu memproduksi hingga 3 ton pisang.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo yang akrab dipanggil Dokter Amin itu secara tegas menyatakan bahwa pertanian perkotaan kini menjadi prioritas. Ia tidak ingin lahan-lahan terbatas di kota hanya menjadi ruang kosong tidak produktif. 

“Potensi ini luar biasa, hanya saja masyarakat belum banyak mengetahui dan belum sadar terhadap peluang besarnya,” ujarnya usai memanen salah satu pohon berbuah lebat.

Yang menarik, lahan yang digunakan bukan milik pemerintah atau yayasan. Pengelola LKSA Panti Asuhan Al Umah menyewa dari warga setempat dengan sistem bagi hasil.

Model ini dinilai berhasil karena dalam kurun waktu satu hingga dua minggu, panen bisa dilakukan dengan tonase besar. Bahkan, kata Dokter Amin, kebutuhan pisang cavendish sebagai buah konsumsi harian sangat tinggi, sehingga pemerintah kota berencana menjadikannya komoditas utama di samping padi dan jagung.

article
Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin saat panen raya pisang Cavendish. (Foto: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia)

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Umah, Ustaz Sanip, menambahkan bahwa pihaknya saat ini memiliki total lahan 4 hektar. Hampir setiap dua minggu sekali, panen pisang cavendish bisa dilakukan. 

“Kami siap menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk membudidayakan cavendish dan menjadikannya ikon Kota Probolinggo,” ujarnya.

Namun, di balik keberhasilan produksi, ada catatan penting. Sanip mengakui bahwa proses pengemasan masih dilakukan di luar kota dan distribusi sebagian besar masih mengarah ke Surabaya, bukan ke pasar lokal Probolinggo. Ini menjadi pekerjaan rumah berikutnya.

Dokter Amin merespons dengan janji konkret. Pemerintah kota akan membagikan bibit kepada masyarakat. Pendampingan akan dilakukan oleh Panti Asuhan Al Umah bersama Dinas Ketahanan Pangan. Bahkan, limbah pohon pisang yang sudah dipotong juga akan diolah agar tidak terbuang sia-sia. 

“Kerja sama dengan Al-Umah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk pengembangan cavendish di Kota Probolinggo,” tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sri Hartini
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.