Garap Logistik Pelabuhan, BUMD Probolinggo Siap Bersaing di Sektor Angkutan dan Pergudangan
Pelabuhan Probolinggo selama ini menjadi pintu masuk dan keluar arus barang dari timur Jawa.
Probolinggo – Pelabuhan Probolinggo selama ini menjadi pintu masuk dan keluar arus barang dari timur Jawa. Sebagian besar sektor logistik di dalamnya dikuasai swasta. Selasa (7/4/2026), Pemkot Probolinggo mengambil langkah berani. Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT), BUMD milik daerah, resmi meluncurkan kendaraan operasional sekaligus meresmikan kantor baru di Jalan Ikan Belanak, Kecamatan Mayangan.
Direktur Perseroda BTT Noviyadi hadir dalam peresmian tersebut. Bersama jajaran manajemen, ia menunjukkan kesiapan perusahaan terjun langsung di sektor transportasi, pengangkutan, dan pergudangan. Tiga sektor yang selama ini didominasi pemain swasta.
Wali Kota Aminuddin menegaskan targetnya. Dengan armada dan fasilitas baru, BUMD ini harus segera beroperasi optimal. Bukan hanya beroperasi, tetapi juga merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Infrastruktur yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pembangunan Kota Probolinggo," ujar Aminuddin dalam sambutannya.
Lokasi kantor baru Perseroda BTT tidak sembarangan. Berlokasi di Jalan Ikan Belanak, Kecamatan Mayangan, kantor ini berdekatan dengan Pelabuhan Probolinggo. Jaraknya hanya beberapa menit. Dengan demikian, perusahaan bisa merespon kebutuhan bongkar muat dan distribusi barang dengan cepat.

Perseroda BTT dibentuk untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan potensi strategis di pelabuhan. Namun selama ini kontribusinya masih belum maksimal. Dengan armada baru, Pemkot berharap ada lompatan.
Tidak disebutkan berapa unit kendaraan yang diluncurkan. Namun dari prosesi pemecahan kendi dan pemotongan pita yang dilakukan wali kota bersama Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, terlihat keseriusan. Hadir pula Komisaris Perseroda BTT Agus Efendi serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Usai peresmian, Aminuddin meninjau beberapa ruangan di kantor baru tersebut. Kantor itu berdiri di atas lahan aset milik Dinas Perhubungan Kota Probolinggo. Lagi-lagi, efisiensi. Tidak perlu membeli tanah baru untuk memulai bisnis.
Pertanyaan besarnya, siapkah BUMD ini bersaing dengan perusahaan logistik swasta yang sudah lebih dulu mapan?
Noviyadi tidak memberi pernyataan panjang saat acara. Namun kehadiran armada baru dan kantor strategis menjadi sinyal bahwa Perseroda BTT tidak lagi sekadar pelengkap.
Pelabuhan Probolinggo punya potensi. Arus barang dari Madura, Banyuwangi, hingga Jawa Tengah kerap melewati jalur ini. Jika BUMD mampu mengambil porsi meski kecil, PAD bisa meningkat. Jika tidak, kantor baru dan armada baru hanya akan menjadi pajangan.
Wali Kota sudah berpesan, kerja keras yang terukur. Kini tinggal eksekusi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

