Bonus Rp500 Juta untuk 39 Atlet Porprov Probolinggo Akhirnya Cair
Bonus total nilai Rp500 juta resmi dicairkan kepada para atlet Kota Probolinggo yang berprestasi di Porprov Jatim ke-IX Tahun 2025.
PROBOLINGGO – Setelah menunggu nyaris satu tahun, para atlet Kota Probolinggo yang berprestasi di Porprov Jatim ke-IX Tahun 2025 akhirnya bisa menarik napas lega. Bonus dengan total nilai Rp500 juta resmi dicairkan Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan pembukaan turnamen bola voli putri antar kelurahan dalam rangka memperingati Hari Kartini di GOR Ahmad Yani.
Pencairan yang sempat tertunda ini langsung disambut sukacita oleh 39 atlet penerima medali. Mereka terdiri atas peraih 5 medali emas, 12 perak, dan 22 perunggu. Jumlah medali tersebut dihitung baik dari cabang perorangan maupun beregu.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, mengakui bahwa proses pencairan tidak berjalan mulus. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah kota menepati janji.
"Alhamdulillah sesuai janji kita bersama Pemerintah Kota Probolinggo, pemberian reward ini bisa dilakukan hari ini," ujar Zulfikar

Nominal bonus yang diterima setiap atlet berbeda-beda, tergantung capaian medali. Untuk atlet perorangan, peraih emas mendapat Rp20 juta, perak Rp15 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara untuk atlet beregu, besaran bonusnya sama: emas Rp20 juta, perak Rp15 juta, dan perunggu Rp10 juta per tim.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah. Ia menyebut bonus ini sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap kontingen Kota Probolinggo.
"Saya ucapkan terima kasih khususnya kepada para atlet yang sudah berjuang dan kepada KONI yang telah melakukan pembinaan kepada seluruh atlet kita. Semoga ke depan semakin banyak prestasi dan medali yang diraih" kata Aminuddin saat membuka turnamen voli di GOR A. Yani.
Ia juga menyampaikan selamat kepada atlet, pelatih, dan official yang telah berkontribusi.
"Sekali lagi selamat kepada atlet, pelatih, dan official, terima kasih," imbuhnya.
Para atlet yang hadir tampak antusias. Beberapa di antaranya mengaku sudah hampir kehilangan harapan lantaran proses pencairan yang berlarut-larut.
Kini, setelah bonus benar-benar sampai di tangan, mereka berharap tidak ada lagi penundaan serupa di masa mendatang.
Pencairan yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Kartini ini sengaja dipilih sebagai momen simbolis.
Pemkot Probolinggo ingin menunjukkan bahwa perjuangan perempuan di bidang olahraga juga mendapat perhatian layak, meskipun pada praktiknya penerima bonus tidak hanya atlet putri.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

