GPM Dadakan Langsung Ludes, Wali Kota Probolinggo: Biar Tidak Diboikot Calo
Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin saat menghadiri GPM di Taman Maramis. (Foto: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia)

GPM Dadakan Langsung Ludes, Wali Kota Probolinggo: Biar Tidak Diboikot Calo

Taman Maramis di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo mendadak berubah menjadi pasar dadakan Selasa, (12/5/2026). Bukan karena ada imbauan lama, melainkan karena Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, memberi kejutan. Ia mengumumkan Gerakan Pangan

TIMES Probolinggo,Rabu 13 Mei 2026, 20:49 WIB
4.6K
S
Sri Hartini

PROBOLINGGOTaman Maramis di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo mendadak berubah menjadi pasar dadakan Selasa, (12/5/2026). Bukan karena ada imbauan lama, melainkan karena Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, memberi kejutan. Ia mengumumkan Gerakan Pangan Murah (GPM) lewat siaran langsung TikTok tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.

Keputusan ini diambil dengan alasan tegas. "Biar tidak didahului calo. Kalau diumumkan H-7, stok bisa ludes diborong orang luar," ujar Aminuddin di sela-sela meninjau antrean.

Hasilnya, antrean panjang sejak pagi. Dalam hitungan jam, stok beras SPHP sebanyak 2 ton ludes. Warga rela datang pagi-pagi karena tahu selisih harga terlalu besar. 

Dokter Aminuddin sendiri yang membandingkan langsung di hadapan warga. "Biasa Rp72 ribu di pasar, sekarang Rp55 ribu. Selisih Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram," katanya.

Selain beras, minyak goreng dijual Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Telur ayam Rp24 ribu per kilogram. Tepung terigu Rp10 ribu. Bawang putih sekitar Rp26 ribu. Semua angka itu jelas di bawah harga pasar umum.

Warga yang datang tidak perlu menunjukkan KTP. Tidak ada syarat domisili. Siapa pun bisa beli. Hingga menjelang siang, Minyakita, gula, bawang putih, dan telur laporan sudah habis.

Tak hanya sembako murah, kegiatan ini juga sekaligus menjadi etalase produk lokal. Ada telur puyuh, jamur tiram, hingga ikan asap dari peternak warga. Wali kota juga memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan program budidaya pisang cavendish.

Aminuddin memastikan pola dadakan ini akan terus digilir di berbagai wilayah Kota Probolinggo. Tujuannya tetap sama: menekan inflasi dan menjaga daya beli warga jelang Idul Adha. "Datang, antre, bayar, bawa pulang. Tidak ribet," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sri Hartini
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.