Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Garasi Truk: Pintu Tergembok, dan Tak Kantongi Izin
Komisi III DPRD Kota Probolinggo mendapati pintu garasi CV Nata Bumi di Jalan Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, tergembok saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak.
PROBOLINGGO – Komisi III DPRD Kota Probolinggo mendapati pintu garasi CV Nata Bumi di Jalan Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, tergembok saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak, Senin (11/8/2026) kemarin. Tidak ada aktivitas bongkar muat ataupun suara mesin. Sunyi. Tapi di balik sunyi itu, tumpukan pelanggaran justru terang-benderang.
Ketua Komisi III, Mukhlas, memaparkan temuannya satu per satu. CV Nata Bumi tidak mengantongi izin usaha. Air bawah tanah digunakan tanpa izin. Dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (AMDAL lalin) dan AMDAL lingkungan tidak ada. Aliran irigasi di sekitar lahan tertutup. Semua itu terjadi selama kurang lebih dua tahun.
Yang paling mengusik, garasi tersebut berdiri persis di depan SDN Kedungasem 4. Aktivitas truk bego pengangkut tanah urukan yang keluar-masuk selama ini dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu kegiatan belajar anak-anak.
“Kami merekomendasikan Satpol PP segera menyegel tempat ini sampai semua izin diselesaikan,” kata Mukhlas.
Desakan penyegelan ini sebenarnya bukan peringatan dini. Wali Kota Probolinggo telah meneken Surat Keputusan penghentian aktivitas kerja di lokasi itu pada 7 Agustus 2026. Empat hari sebelum sidak, perintah setop beroperasi sudah berkekuatan hukum. Namun di lapangan, belum ada tanda-tanda eksekusi.
Reni Noviani Annisa dari DPMPTSP Kota Probolinggo membenarkan bahwa CV Nata Bumi tidak memiliki perizinan apa pun di tingkat kota. Satu-satunya dokumen yang mereka pegang adalah izin pengerukan tanah terbitan Kabupaten Probolinggo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

