Ritual Ratusan Tahun Warnai Perayaan Imlek 2577 di Klenteng Sumber Naga Probolinggo
Menjelang pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, suasana persiapan mulai terasa di Kelenteng TITD Sumber Naga, Kota Probolinggo. Bukan hanya dekorasi lampion dan sajian kue khas, perayaan Imlek 2577 atau Tahun Kuda Api (Bing Wu) juga diisi rang
PROBOLINGGO – Menjelang pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, suasana persiapan mulai terasa di Kelenteng TITD Sumber Naga, Kota Probolinggo. Bukan hanya dekorasi lampion dan sajian kue khas, perayaan Imlek 2577 atau Tahun Kuda Api (Bing Wu) juga diisi rangkaian ritual turun-temurun yang telah dilestarikan selama ratusan tahun.
Ketua II Kelenteng TITD Sumber Naga, Erfan Sujianto, mengatakan rangkaian perayaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini acaranya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujar Erfan saat ditemui, Kamis (12/2/2026).
Imlek 2577 pada 2026 akan diisi sedikitnya delapan agenda spiritual yang berlangsung sejak awal Februari hingga pekan pertama Maret. Rangkaian diawali dengan ritual Sung Shen atau mengantar para dewa ke Nirwana pada 10 Februari 2026. Ritual ini menjadi penanda dimulainya masa transisi sebelum tahun baru.
Sehari setelahnya, dilakukan pembersihan seluruh area kelenteng. Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sebagai bagian dari proses penyucian diri, umat juga menjalani pantangan makanan vegetarian yang dimulai sejak 4 Februari 2026, atau empat hari sebelum pembersihan kelenteng.
Puncak sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek digelar pada 16 Februari 2026 pukul 20.00 WIB. Tahun ini, panitia menghadirkan pertunjukan wayang kulit dan line dance sebagai hiburan sebelum sembahyang bersama yang dimulai pukul 23.00 WIB.
Keesokan harinya, 17 Februari 2026 pada pukul 20.00 WIB, kelenteng menggelar sembahyang Hari Ulang Tahun Mi Le Phosat yang dikenal sebagai Buddha masa depan.
Tiga hari kemudian digelar ritual Ceh Ang atau Ciek Sen, yakni momen kembalinya para dewa dari Nirwana ke dunia. Ritual ini menjadi bagian penting dalam siklus spiritual perayaan Imlek.
Rangkaian persembahyangan mencapai puncaknya pada ritual King Ti Kong atau sembahyang Tuhan Allah yang dilaksanakan 24 Februari 2026 tepat pukul 24.00 WIB. Ritual ini merupakan momen paling sakral dan hanya digelar sekali dalam setahun.
Perayaan Imlek secara resmi ditutup pada Cap Go Meh, 3 Maret 2026, dengan sembahyang bersama sebagai agenda utama. Sementara hiburan masih dalam tahap koordinasi panitia.
Sebagai penutup seluruh rangkaian, ritual Poh Un atau tolak bala digelar pada 8 Maret 2026. Menurut kepercayaan, Tahun Kuda Api melambangkan energi besar dan perubahan cepat, sehingga diharapkan membawa semangat sekaligus kewaspadaan.
“Lewat serangkaian ritual ini, harapannya semoga semua manusia senantiasa dalam keadaan aman sentosa, dijauhkan dari bencana dan musibah,” pungkas Erfan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


