Cuaca Ekstrem Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Terputus
Cuaca ekstrem di Kabupaten Probolinggo memicu banjir, longsor, kebakaran, dan puting beliung di enam kecamatan. Puluhan rumah rusak dan satu jembatan terputus.
PROBOLINGGO – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (20/2/2026) pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Kondisi tersebut memicu sejumlah bencana di enam kecamatan.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, puluhan rumah mengalami kerusakan dan satu jembatan terputus sehingga menyebabkan warga terisolasi.
Bencana yang terjadi meliputi banjir genangan, tanah longsor, kebakaran rumah, hingga angin puting beliung. Berikut rincian wilayah terdampak:
Kecamatan Sumberasih
Banjir genangan terjadi di Desa Lemahkembar, Jangur, dan Sumberbendo. Sebagian air sempat masuk ke rumah warga, namun saat ini telah surut.
Kecamatan Tiris
Tanah longsor menimpa warung dan rumah milik Sigit di Desa Andung Biru.
Longsor tebing juga menutup sebagian badan jalan di Desa Ranugedang dan Andung Biru.
Selain itu, kebakaran menghanguskan tiga rumah di Desa Tegalwatu, serta satu rumah tersambar petir di Desa Ranugedang.
Kecamatan Gading
Angin puting beliung di Dusun Bataan, Desa Kertosono, mengakibatkan lima rumah rusak sedang dan empat rumah rusak ringan.
Kecamatan Pakuniran
Jembatan penghubung Desa Blimbing dan Kalidandan terputus. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga terisolasi.
Kecamatan Krucil
Terdapat empat titik longsor di ruas jalan Manggisan–Krucil. Longsor juga menimpa tembok rumah warga di sekitar SMP 1 Krucil dan Dusun Sawah Kembang.
Kecamatan Besuk
Sebuah rumah roboh di Desa Sindetlami pada pukul 01.00 WIB.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo telah berkoordinasi dengan relawan dan melakukan asesmen di lapangan.
Tim gabungan turut membantu pembersihan rumah terdampak banjir serta mendistribusikan logistik. Unsur yang terlibat antara lain camat, Danramil, Puskesmas, masyarakat, dan relawan.
“Kami akan terus memantau perkembangan dan melaporkan jika ada pembaruan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


