Viral Pasien Kanker di Probolinggo Galang Donasi, Ini Klarifikasi Puskesmas
Pihak Puskesmas Banyuanyar saat mengunjungi kediaman Muzayyanah. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

Viral Pasien Kanker di Probolinggo Galang Donasi, Ini Klarifikasi Puskesmas

Isu pasien kanker di Probolinggo disebut terabaikan pemerintah viral. Faktanya, Muzayyanah telah dibantu BPJS dan menerima bansos. Ternyata, donasi dibuka untuk biaya operasional.

TIMES Probolinggo,Selasa 2 Juni 2026, 18:24 WIB
1.2K
A
Abdul Jalil

ProbolinggoSempat mencuat isu miring mengenai seorang pasien kanker asal Kabupaten Probolinggo, Muzayyanah, yang dikabarkan tidak mendapat perhatian pemerintah. Ternyata, fakta di lapangan menunjukkan pemerintah telah memberikan jaminan kesehatan penuh melalui BPJS Kesehatan hingga bantuan sosial rutin. Lantas, mengapa pihak keluarga tetap membuka penggalangan dana daring?

Pasien asal Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar tersebut diketahui tengah menjalani pengobatan kemoterapi di RS Bhayangkara Situbondo sejak awal tahun ini.

Kabar kurang sedap ini bermula ketika pihak keluarga Muzayyanah membuka penggalangan dana (donasi) secara daring (online). Langkah ini memicu spekulasi di tengah masyarakat bahwa pasien tersebut berjuang sendirian tanpa adanya intervensi atau dorongan dari pemerintah daerah setempat.

Menanggapi isu yang beredar, Puskesmas Banyuanyar langsung turun tangan untuk melakukan pengecekan dan verifikasi data di lapangan. Dari hasil penelusuran tersebut, terungkap fakta bahwa pemerintah telah hadir dan memberikan fasilitas jaminan kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Banyuanyar, Ariska Okta Wardani, memastikan bahwa Muzayyanah telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan. Seluruh biaya pengobatan kemoterapi dan penanganan medisnya di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh BPJS.

Selain jaminan kesehatan, Muzayyanah rupanya juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Ia rutin menerima bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) setiap bulannya, serta mendapatkan bantuan tambahan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Pasien ini juga telah menerima bantuan dari Dinas Sosial dan Baznas. Kedua jenis bantuan itu masih berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Muzayyanah mengakui dan membenarkan bahwa dirinya telah menerima berbagai bantuan dari pemerintah, baik berupa jaminan BPJS maupun bantuan sosial.

Namun, ia menjelaskan bahwa alasan utama pihak keluarga membuka donasi online bukanlah untuk membayar biaya rumah sakit, melainkan untuk menutupi biaya akomodasi yang cukup besar. Perjalanan bolak-balik dari Probolinggo ke Situbondo untuk menjalani kemoterapi secara rutin membutuhkan biaya transportasi dan operasional yang tidak sedikit.

Selain itu, Muzayyanah juga menuturkan bahwa ada sejumlah biaya pengobatan mandiri di luar tanggungan rumah sakit yang ia penuhi. Dana bantuan dari pemerintah yang selama ini ia terima diakui belum cukup untuk menutupi pembengkakan biaya operasional tersebut.

“Saya juga menjalani pengobatan di luar rumah sakit. Biaya perjalanan ke Situbondo juga butuh biaya besar setiap 20 hari sekali,” ungkapnya saat ditemui. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Abdul Jalil
|
Editor:Muhammad Iqbal

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.