KRL Supas Dipastikan Tak Akan Beroperasi Sebelum Izin Turun
Masyarakat Probolinggo mesti bersabar menanti hadirnya Kereta Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas). Saat ini perizinan perpanjangan rute tersebut masih terkendala.
PROBOLINGGO – Masyarakat Probolinggo yang sudah tidak sabar menanti hadirnya Kereta Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas) hingga ke kotanya, harus bersabar sedikit lebih lama. Pasalnya, hingga saat ini perpanjangan rute tersebut masih terkendala proses perizinan yang belum rampung di Kementerian Perhubungan.
Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menegaskan bahwa meskipun secara estimasi waktu, target operasi sudah diagendakan pada 1 Maret 2026, namun hal itu masih sangat tergantung pada keluarnya izin dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Tanpa izin tersebut, layanan kereta commuter belum bisa diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo.
"Progres perpanjangan rute Kereta Commuter Line Supas saat ini masih menunggu proses perizinan lintas pelayanan dan izin operasi dari DJKA. Izin ini yang akan menentukan kapan tepatnya kereta commuter line ini bisa mulai beroperasi hingga Probolinggo, semoga dalam minggu ini bisa selesai" jelas Leza, Kamis (19/02/2026).
Meski proses perizinan masih bergulir, KAI Commuter bersama Pemerintah Kota Probolinggo dan stakeholder terkait telah merencanakan peresmian langsung oleh Wali Kota Probolinggo pada Maret 2026. Namun, Leza mengingatkan bahwa jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan sangat bergantung pada rampungnya proses administrasi di tingkat kementerian.

"Memang pada bulan Maret 2026 direncanakan ada peresmian, tapi itu pun masih menunggu izin operasi turun. Kami tidak bisa memastikan tanggal pastinya sebelum semua dokumen perizinan selesai," ujarnya..
Sembari menunggu izin terbit, KAI Commuter terus melakukan berbagai persiapan teknis. Dalam usulan yang diajukan, nantinya akan ada dua jadwal keberangkatan dari Stasiun Probolinggo, yakni pukul 04.10 WIB dan 21.22 WIB. Sementara untuk kedatangan dari Surabaya ke Probolinggo juga diusulkan dua waktu, yaitu pukul 03.45 WIB dan 20.57 WIB.
Dari total empat jadwal reguler commuter line setiap harinya, dua jadwal hanya akan melayani hingga Stasiun Pasuruan. Dengan adanya perpanjangan rute, warga Probolinggo tak perlu lagi turun di Pasuruan dan berganti moda.
Untuk kapasitas, satu rangkaian kereta terdiri dari tujuh unit, yakni enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Masing-masing kereta penumpang berkapasitas 106 orang, sehingga total dapat mengangkut 636 penumpang dalam satu perjalanan.
Soal tarif, meski masih dalam pembahasan, KAI Commuter mengusulkan angka Rp8.000 untuk sekali perjalanan dari Probolinggo ke Surabaya maupun sebaliknya. Jika nanti izin sudah turun dan operasi dimulai, tiket dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan, berbeda dengan kereta jarak jauh yang sudah bisa dipesan H-30.
"Ketika sudah resmi beroperasi, sistem pemesanan tiket akan kami sesuaikan. Tapi sekali lagi, semua masih menunggu izin dari DJKA," kata Leza. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


