Probolinggo Sae Run 2026: Peserta Disabilitas Taklukkan Tol Prosiwangi
Puluhan penyandang disabilitas ikut menyemarakkan Probolinggo Sae Run Highway 2026 di Tol Prosiwangi. Bupati Gus Haris puji semangat juang mereka sebagai inspirasi sejati.
Probolinggo – Acara Probolinggo Sae Run Highway 2026 di ruas Tol Prosiwangi, Minggu (8/2/2026), menyisakan cerita inspiratif. Di tengah ribuan peserta umum yang memadati lintasan, tampak puluhan penyandang disabilitas turut ambil bagian, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berolahraga dan berprestasi.
Para pelari istimewa ini turun di kategori 2.5K (Fun Run), sebuah kategori jarak pendek yang dirancang panitia agar inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk pemula, lansia, dan penyandang disabilitas.
Energi Juang di Lintasan Tol

Pemandangan haru sekaligus membanggakan terlihat saat bendera start dikibarkan. Dengan semangat menyala, para peserta disabilitas—baik yang menggunakan kursi roda maupun alat bantu lainnya—memacu diri menembus aspal mulus jalan tol.
Tidak ada raut menyerah di wajah mereka. Justru, senyum lebar dan sapaan hangat terus terlontar kepada pelari lain yang menyemangati di sepanjang rute. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri di Tol Prosiwangi, mengubah ajang lari ini menjadi panggung kesetaraan dan persaudaraan.
Apresiasi Gus Haris: Mereka Inspirasi Sejati
Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, yang menyaksikan langsung partisipasi teman-teman disabilitas, tak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. Menurutnya, kehadiran mereka adalah suntikan motivasi terbesar dalam event ini.
"Melihat semangat teman-teman disabilitas hari ini, saya sangat terharu dan bangga. Mereka membuktikan bahwa olahraga adalah hak semua orang. Di atas jalan tol ini, mereka mengajarkan kita bahwa keterbatasan hanyalah ada di pikiran, bukan pada kemampuan. Semangat juang mereka adalah inspirasi sejati bagi kita semua," ujar Gus Haris.
Panitia penyelenggara Probolinggo Sae Run memang sengaja membuka ruang bagi komunitas difabel sebagai wujud komitmen menghadirkan event olahraga yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat Probolinggo.
Hingga garis finis, para pelari kategori 2.5K ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton dan sesama pelari, menutup pagi di Tol Prosiwangi dengan pesan kuat tentang persatuan dan semangat pantang menyerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


