Rumah Debt Collector di Kraksaan Probolinggo Dibondet, Mobil Hancur
Sebuah insiden mencekam terjadi di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
probolinggo – Sebuah insiden mencekam terjadi di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Rumah milik warga berinisial MM, yang diketahui berprofesi sebagai penagih utang atau debt collector, menjadi sasaran aksi teror menggunakan bahan peledak jenis petasan atau bondet. Kejadian ini terjadi pada Senin dini hari saat seluruh penghuni rumah sedang tertidur pulas.
Ledakan keras yang menggema sekitar pukul 02.20 WIB itu seketika membuat suasana warga sekitar mendadak gempar dan panik. Berdasarkan keterangan warga, pelaku aksi pengeboman diduga berjumlah dua orang dan datang mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku digambarkan mengenakan jaket berwarna hitam.
"Sekitar pukul setengah tiga pagi terdengar suara ledakan sangat keras. Informasi yang kami dapat, pelaku ada dua orang datang pakai motor, lalu melemparkan bondet ke arah rumah korban sebelum kabur pergi," ungkap AB, warga sekitar lokasi kejadian.
Kerusakan Cukup Parah
Akibat kekuatan ledakan yang cukup dahsyat, bagian depan bangunan rumah mengalami kerusakan signifikan. Teras rumah hancur, kaca-kaca jendela pecah berkeping-keping hingga serpihannya masuk sampai ke ruang tamu.
Tidak hanya bangunan, satu unit mobil milik korban yang berwarna kuning dan terparkir di halaman rumah juga mengalami kerusakan bodi dan cat akibat hantaman material ledakan dan pecahan bangunan.
"Mobil warna kuning milik MM hancur, teras rumah juga rusak parah. Memang benar kejadiannya pakai bondet," tambah AB
Menanggapi insiden tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Setyowadi, membenarkan telah menerima laporan dan turun ke lokasi kejadian. Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku.
"Betul, kejadiannya Senin dini hari. Saat ini kami masih melakukan gelar perkara dan pengumpulan bukti di lokasi. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut perkembangan kasus ini," tegas Setyowadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik aksi teror tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya dendam pribadi maupun kaitan dengan pekerjaan korban sebagai penagih utang yang memicu aksi kekerasan ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

