Napak Tilas Armusna Bekal Mental dan Fisik Jelang Haji
Sebanyak 310 jemaah haji Kota Probolinggo mendapat pembekalan tak biasa jelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Probolinggo – Sebanyak 310 jemaah haji Kota Probolinggo mendapat pembekalan tak biasa jelang keberangkatan ke Tanah Suci. Tak sekadar duduk di dalam ruang aula mendengarkan ceramah, mereka justru diajak berjalan kaki menelusuri rute panjang yang telah disiapkan, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan Napak Tilas Armuzna yang digagas Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo ini sengaja dirancang untuk meniru kondisi nyata saat puncak ibadah haji nanti. Rute yang ditempuh pun dibuat semirip mungkin dengan pergerakan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Jumrah.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Probolinggo, Didik Heriadi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, napak tilas menjadi alat ukur kesiapan fisik sekaligus memberikan gambaran utuh tentang prosesi yang akan dihadapi.
"Jemaah akan melakukan pergerakan dari Arafah, Muzdalifah, Mina, kemudian ke Jumrah. Napak tilas ini kami harapkan bisa memberikan gambaran riil pelaksanaan Armuzna," ujar Didik.

Pelepasan kegiatan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang bahkan ikut serta berjalan kaki bersama rombongan.
Rute dimulai dari halaman kantor Pemkot Probolinggo, menuju Jalan Suroyo, kemudian lurus hingga ke Alun-alun Kota. Di titik tersebut, jemaah melakukan simulasi tawaf dengan mengelilingi kawasan alun-alun, sebelum akhirnya berakhir di Masjid Agung Roudlatul Jannah.
Kedatangan rombongan ke masjid disambut langsung Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang turut bersilaturahmi dan menggelar halal bihalal dengan para calon jemaah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kesiapan fisik adalah hal mutlak yang tak bisa ditawar.
"Ibadah haji itu ibadah fisik. Jadi kondisi kesehatan dan fisik para jemaah harus selalu dijaga. Dengan napak tilas ini, fisik dilatih sekaligus memberi pemahaman tentang kondisi yang akan dihadapi di tanah suci nanti," tegasnya.
Terkait situasi geopolitik terkini menyusul konflik Iran dan Amerika Serikat, Aminuddin memastikan bahwa tidak ada perubahan jadwal keberangkatan jemaah asal Kota Probolinggo. Pemerintah daerah, menurutnya, mengikuti sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat yang menegaskan tidak ada pembatalan pemberangkatan haji.

"Jadi untuk keberangkatan, tetap sesuai dengan jadwal, dan tidak ada pembatalan keberangkatan meskipun sekarang ada konflik Iran-Amerika," tambahnya.
Jemaah haji Kota Probolinggo dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci Makkah pada Rabu, 22 April 2026, dan tergabung dalam kloter 05 Embarkasi Surabaya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

