TNBTS Mulai Hitung Kerugian Dampak Kebakaran Bromo Buntut Refund 3 Ribu Wisatawan
Angka kerugian sendiri belum bisa dipastikan. Sebab, banyak komponen yang harus dihitung. Tidak hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga dampak ekonomi akibat penutupan kawasan.
PROBOLINGGO – Ribuan wisatawan harus mengubah rencana liburan ke wisata Gunung Bromo. Penutupan kawasan akibat kebakaran membuat sekitar 3.000 pemesan tiket periode 9-15 Agustus memilih refund atau menjadwal ulang kunjungan.
Persoalan tiket itu menjadi salah satu dampak langsung dari kebakaran yang kini mulai tahap pendinginan. Di sisi lain, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, angka kerugian belum bisa dipastikan. Sebab, banyak komponen yang harus dihitung. Tidak hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga dampak ekonomi akibat penutupan kawasan.
“Komponennya banyak. Ada kerugian lingkungan, ada kerugian ekonomi. Tidak mudah juga untuk menghitungnya. Nanti pasti akan disampaikan setelah didapatkan angkanya,” ujar Rudi, Minggu (16/8/2026).
Rudi menyebut, sekitar 3.000 wisatawan telah melakukan pemesanan untuk periode 9-15 Agustus. Penutupan kawasan membuat mereka tidak bisa datang sesuai jadwal.
TNBTS memberikan dua pilihan kepada wisatawan. Yakni menjadwal ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian dana alias refund.
Angka tersebut sekaligus menunjukkan geliat wisata Bromo yang tetap tinggi. Namun, tingginya animo wisatawan tidak bisa menjadi alasan untuk membuka kawasan secara tergesa-gesa.
Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Apalagi, meski api terbuka telah padam, proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Pembukaan kawasan pun belum bisa dilakukan begitu saja. TNBTS menegaskan keputusan pembukaan kembali berada di tangan Menteri Kehutanan setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman.
Dampak penutupan juga dirasakan langsung warga sekitar Bromo. Aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada wisata ikut tersendat.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indra Sutanto yang meninjau kondisi kawasan memahami persoalan tersebut. Ia menyebut semakin lama Bromo ditutup, semakin berat pula beban masyarakat sekitar.
“Penduduk sekitar sini mata pencahariannya di wisata. Kalau ini lama-lama ditutup, kasihan,” ujarnya.
Namun, Indra tidak ingin persoalan ekonomi membuat aspek keselamatan diabaikan. Pembukaan harus dilakukan setelah kawasan benar-benar aman bagi wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.
TNBTS masih berkutat dengan dua pekerjaan. Memastikan bara benar-benar hilang sekaligus menghitung kerugian yang ditinggalkan kebakaran. Sementara ribuan wisatawan masih menunggu kepastian tiket mereka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

