Diikuti 125 Warga, Mahdi Kuatkan Akhlak Lewat Sosialisasi Ramadan DPRD Jatim di Probolinggo
Puasa mengajarkan kita untuk menjaga diri, menjaga lisan, dan memperbaiki perilaku.
Probolinggo – Sebanyak 125 warga mengikuti kegiatan sosialisasi DPRD Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung Kebon Preng, Desa Parsean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan bertema “Membentuk Akhlak Mulia Melalui Ibadah Puasa” tersebut diselenggarakan oleh Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi C dari Fraksi PPP.
Dalam sambutannya, Mahdi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya pembentukan akhlak melalui ibadah puasa, khususnya pada bulan Ramadan.
“Saya menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka memberikan wawasan tentang akhlak yang mulia, apalagi ini bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujar Mahdi di hadapan 125 peserta.
Ia menyebut puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa mengajarkan kita untuk menjaga diri, menjaga lisan, dan memperbaiki perilaku,” katanya.

Mahdi berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi kebiasaan yang terus dijaga setelah bulan puasa berakhir.
Dalam paparan materinya, Yatimul Ainun, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Lil Muttaqin, menyoroti tantangan pendidikan akhlak anak di tengah perkembangan teknologi.
Ia menyebut penggunaan telepon genggam yang masif di kalangan anak-anak perlu menjadi perhatian bersama.
“Saat ini yang paling berat adalah mendidik akhlak anak,” ujarnya.
Menurutnya, orang tua perlu memberikan pemahaman tentang nilai baik dan buruk agar anak-anak tidak menerima informasi secara mentah dari media digital.
“Jika kita tidak pernah mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk, khawatir mereka akan mengetahuinya dari handphone,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan kisah pada masa Rasulullah tentang pentingnya menghormati orang yang sedang berpuasa. Pada suatu waktu kata Ainun terdapat seorang pemuda dari kalangan Majusi yang makan dan minum secara terang-terangan di jalan saat bulan puasa. Perilaku tersebut kemudian ditegur oleh orang tuanya karena dinilai tidak menghormati orang-orang yang sedang berpuasa.

Lanjutnya, dalam kisah tersebut diceritakan bahwa orang tua anak yang menegur, kemudian bermimpi melihat sang anak mendapatkan kemuliaan masuk surga.
“Dari kisah itu kita belajar bahwa menghormati orang yang berpuasa adalah bagian dari akhlak. Begitu juga sebaliknya, orang yang berpuasa tidak boleh merasa paling benar dan merendahkan orang lain,” katanya.
Ia menambahkan, meneladani akhlak Rasulullah saat Ramadan berarti tetap menjaga sikap rendah hati serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kenapa kita harus meneladani akhlak Rasulullah? Agar saat melaksanakan puasa kita tidak mentang-mentang paling beribadah dan tetap menghormati orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Atik Ali Rahbini, wartawan senior Kabupaten Probolinggo yang juga menjadi narasumber, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki etika komunikasi di tengah masyarakat.
“Puasa bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga bagaimana kita menjaga sikap dan ucapan dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia menilai, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Sering kali persoalan muncul bukan karena niat, tetapi karena cara penyampaiannya. Ramadan menjadi kesempatan untuk belajar menahan diri, termasuk dalam berbicara dan menulis,” katanya.
Atik menambahkan, penguatan akhlak perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan diperluas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jika di rumah kita sudah terbiasa berbicara dengan baik, menghormati orang tua, dan menghargai perbedaan, maka itu akan terbawa dalam kehidupan sosial yang lebih luas,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


