https://probolinggo.times.co.id/
Wisata

Menyapa Kabut di Ranu Merah, Sensasi Berkemah di Tepian Danau Eksotis Probolinggo

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:37
Menyapa Kabut di Ranu Merah, Sensasi Berkemah di Tepian Danau Eksotis Probolinggo Suasana teduh saat berkemah di bibir Ranu Merah Tiris. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGOKabupaten Probolinggo tak hanya bicara soal gemuruh kawah Bromo. Di balik sabuk perbukitan Kecamatan Tiris, tersembunyi sebuah lanskap hening yang kini mulai memikat para petualang. Ranu Merah, sebuah danau vulkanis yang terletak di Desa Andungsari, menawarkan sensasi berkemah dengan latar eksotisme warna air yang tak biasa.

Berbeda dengan destinasi wisata massal yang riuh, Ranu Merah hadir sebagai sanctuary (tempat perlindungan) bagi mereka yang mencari ketenangan. Lokasinya yang berada di Desa Andungsari Kecamatan Tiris, memberikan jarak yang cukup dari hiruk pikuk kota, menjadikan keheningan sebagai komoditas utama yang ditawarkan tempat ini.

Fenomena Alam yang Memikat Mata

Daya tarik utama danau ini tersirat jelas pada namanya. Permukaan Ranu Merah memantulkan rona kemerahan yang unik, sebuah fenomena alamiah hasil interaksi ekosistem danau dengan kontur tanah di sekitarnya. Saat matahari berada di titik tertentu, bias warna ini menciptakan gradasi visual yang dramatis—kontras dengan hijaunya vegetasi rapat yang memeluk bibir danau.

Pemandangan inilah yang menjadi menu pembuka bagi para campers (peberkemah) saat tiba di lokasi. Tidak ada kesan mistis atau menyeramkan; yang ada hanyalah kekaguman pada lukisan alam yang autentik.

Malam yang Syahdu di Ranu Merah

bibir-Ranu-Merah-Tiris-Malam-Hari.jpg

Atmosfer Ranu Merah berubah drastis saat senja mulai turun. Bagi para penikmat kemah, inilah momen yang paling dinanti. Suhu udara di kawasan Andungsari yang berkarakter pegunungan perlahan turun, memaksa para pengunjung untuk mengenakan pakaian hangat.

Suasana malam di tepian Ranu Merah menawarkan isolasi yang menenangkan. Jauh dari polusi cahaya, langit di atas danau seringkali tampak bersih bertabur bintang. Di sini, suara deru mesin kendaraan berganti dengan orkestra serangga hutan dan desau angin yang menembus celah pepohonan. Momen berkumpul di depan tenda sembari menyeruput kopi hangat menjadi ritual sederhana yang terasa mewah di tengah kesunyian tersebut.

Sihir Pagi dan Kabut Tipis

Puncak dari pengalaman berkemah di Ranu Merah terjadi saat fajar menyingsing. Kabut tipis yang lazim muncul di dataran tinggi Tiris akan turun perlahan, mengapung di atas permukaan air yang tenang.

“Suasananya punya karakter yang berbeda dengan 7 danau lainnya yang dimiliki Kecamatan Tiris ini. Sangat bisa untuk berkemah bersama keluarga atau teman komunitas,” ungkap Gus Haris, Bupati Probolinggo yang kala itu berkemah bersama koleganya di bibir Ranu Merah, Rabu (7/1/2026).

Sinar matahari pagi yang menerobos sela-sela dahan pohon menciptakan efek visual yang memukau, mempertegas warna kemerahan air danau. Bagi fotografer lanskap maupun penikmat alam, pagi hari di Ranu Merah adalah waktu terbaik untuk mengabadikan keindahan yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Destinasi Minat Khusus

Sebagai destinasi wisata alam, Ranu Merah di Desa Andungsari tergolong dalam wisata minat khusus. Akses menuju lokasi dan fasilitas yang masih alami menuntut pengunjung untuk memiliki persiapan mandiri yang matang. Namun, justru keaslian inilah yang menjadi nilai jualnya.

Masyarakat setempat dan para pegiat alam berharap, meningkatnya popularitas Ranu Merah tetap diimbangi dengan kesadaran lingkungan. Prinsip leave no trace (tidak meninggalkan jejak sampah) menjadi aturan tak tertulis yang wajib dipatuhi, agar "permata" di Andungsari ini tetap lestari dan jernih memerah untuk dinikmati generasi mendatang. (*)

Pewarta : Abdul Jalil
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.