Berita

Sejumlah Santriwati Asal Pamekasan Menangis saat Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo

Jumat, 11 Juni 2021 - 12:40
Sejumlah Santriwati Asal Pamekasan Menangis saat Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo Santriwati asal Pamekasan Madura Jawa Timur, menangis saat terjaring operasi Yustisi di Kabupaten Probolinggo.(Foto: Ugas Irwanto for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Tujuh orang santriwati asal Pemekasan, Madura, menangis saat terjaring operasi Yustisi 5 M di pasar tradisional tepatnya di pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021).

Lucunya, saat terjaring operasi Yustisi, para santriwati ketakutan untuk dilakukan rapid tes antigen. Merekapun semua menangis, dan meinta kepada petugas Satgas untuk mondok di Kraksaan, tidak mau lagi kembali ke Madura.

Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, bergerak ke sejumlah palabuhan dan pasar tradisional untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, yang memang menargetkan warga Madura, yang masuk ke Probolinggo.

Ini menyusul lonjakan kasus Covid-19 warga Bangkalan Madura.

”Dengan begitu kami Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, menggalakan operasi Yustisi ini,” kata Koordinator Gakum Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

“Para santri itu menangis saat kita minta untuk rapid tes antigen, mereka menangis karena ketakutan. Mereka minta mondok di Kraksaan,” sambung Ugas, sembari tersenyum mengingat  para santriwati tersebut.

Ugas nenyebut, operasi Yustisi Covid-19 itu dilakukan di sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di pelabuhan Mayangan, pelabuhan Kalibuntu, dan sejumlah pasar tradisional. Sehingga mendapati sejumlah santriwati asal Pamekasan Madura.(*)

 

Pewarta : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.