TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Seribuan warga Kabupaten Probolinggo, Jatim, tumpah ruah di depan kantor bupati setempat, Senin (5/1/2026). Aksi itu bertepatan dengan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo. Mereka menggelorakan semangat bersama: menjaga tanah kelahiran.
Gerakan massa ini dipicu oleh akumulasi kekesalan warga terhadap sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat dan Aliansi LSM. Kelompok ini dinilai kerap menebar ancaman untuk demo ke pemerintah daerah (Pemda) setempat, yang justru menciptakan citra buruk dan kegaduhan yang tidak produktif (unfaedah).
Puncak kekesalan warga meledak hari ini. Saat kelompok LSM tersebut merealisasikan ancamannya untuk berdemonstrasi—yang ternyata di lapangan hanya diikuti oleh belasan orang—mereka justru dibuat mati kutu.
Tanpa dikomando, ratusan hingga seribuan masyarakat yang sudah lama merasa risih langsung "menggeruduk" lokasi aksi sepihak tersebut. Pemandangan kontras pun tak terelakkan; belasan pendemo yang tadinya lantang, seketika tenggelam oleh lautan massa warga yang marah namun tetap terkontrol.
Lahirnya Semangat "Jogo Probo"
Reaksi spontan masyarakat inilah yang kemudian melahirkan semangat baru bernama "Jogo Probo". Ini bukan sekadar jargon, melainkan sebuah ikrar bersama dari masyarakat untuk menjaga Kabupaten Probolinggo dari orang-orang atau kelompok yang kerjanya hanya membuat gaduh demi kepentingan sempit.

"Di momen Hari Jadi Kraksaan ini, kami warga Probolinggo memdeklarasikan diri untuk menjaga probolinggo sebagai Jogo Probolinggo," unggkap Imron, Koordinator Lapangan Aksi Damai Jogo Probo.
Warga menilai, stabilitas daerah jauh lebih penting daripada meladeni manuver segelintir oknum yang menghambat kinerja pemerintah.
Kado untuk Harlah Kraksaan
Lahirnya gerakan "Jogo Probo" ini dianggap sangat tepat momentumnya. Pasalnya, kebangkitan kesadaran kolektif warga untuk menjadi benteng bagi daerahnya ini bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kraksaan.
"Kami pun akan terus mengawal Probolinggo, tempat kelahiran kami untuk terus bangkit. Dan kami tidak akan membiarkan siapapun menghambat apalagi membuat gaduh. Kami akan datang pada siapapun dengan jumlah yang lebih besar," jelas Imron.
Bagi masyarakat, ini adalah kado terbaik. Semangat "Jogo Probo" menjadi simbol bahwa di usia yang baru ini, warga Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya, telah dewasa dan siap bersatu padu mengusir segala bentuk provokasi yang merugikan pembangunan daerah. (*)
| Pewarta | : Abdul Jalil |
| Editor | : Muhammad Iqbal |