TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Seorang petani berusia 69 tahun meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan tak dikenal di Jalan Raya masuk Desa Asumbakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (14/1/2026) dini hari. Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat korban sedang menyeberang jalan.
Korban yang telah menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian diidentifikasi sebagai Muhammad, warga Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban saat itu sedang menyeberang jalan dari arah selatan ke arah utara ketika ditabrak kendaraan yang melaju dari arah barat ke timur.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Adtya Wikrama, menjelaskan bahwa dugaan utama penyebab kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi dari pengendara kendaraan yang terlibat.
"Berdasarkan hasil pantauan awal dan informasi dari saksi, kendaraan yang menabrak korban tampaknya tidak memperhatikan kondisi jalan dan pejalan kaki yang sedang menyeberang," ungkapnya.
Setelah kejadian, kendaraan tersebut melarikan diri dari lokasi kecelakaan. Petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung melakukan proses pemeriksaan awal serta pengumpulan bukti.
"Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap identitas kendaraan dan pengendaranya. Tim forensik juga telah mengambil beberapa bukti dari lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan," tambah Aditya.
Pihak keluarga korban telah diinformasikan mengenai kejadian dan saat ini sedang mengurus proses pemindahan jenazah ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman sesuai dengan adat istiadat setempat.
Polres Probolinggo, juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan konsentrasi saat berkendara, terutama pada malam hari atau dini hari ketika kondisi pandang bisa terbatas.
Selain itu, pihak kepolisian berharap jika ada masyarakat yang memiliki informasi terkait kecelakaan ini dapat segera menghubungi pihak berwajib untuk membantu proses penyelidikan. (*)
| Pewarta | : Dicko W |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |