Banjir Bandang di Probolinggo, Kalaksa: 50 Kepala Keluarga Lebih Masih Terisolasi
TIMES Probolinggo/Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

Banjir Bandang di Probolinggo, Kalaksa: 50 Kepala Keluarga Lebih Masih Terisolasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengungkapkan bahwa banjir bandang yang terjadi pada Kamis pada 11 Desember 2025 telah menyebabkan luapan air deras hingga menggenangi pemukiman warga.

TIMES Probolinggo,Jumat 12 Desember 2025, 16:31 WIB
19.3K
D
Dicko W

PROBOLINGGOKepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengungkapkan bahwa banjir bandang yang terjadi pada Kamis pada 11 Desember 2025 telah menyebabkan luapan air deras hingga menggenangi pemukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur vital. 

Selain itu, hingga saat ini Jumat (12/12/2025) sore, masih ada sekitar 50 Kepala Keluarga atau KK di Dusun Sumberkapung, masih terisolasi akibat jembatan yang putus setelah di terjang banjir bandang.

"Masih ada sekitar 50 KK yang masih terisolasi karena jembatan yang menjadi akses jalan mereka terputus terbawa arus air," ungkap Oemar. 

Sebetulnya kata Ormar, ada jalur alternatif untuk mereka bisa keluar dari isolasi, namun aksesnya sulit dilalui. Pihak BPBD dan Pemkab masih berupaya agar mereka tidak lagi terisolasi. 

Akibat bencana alam itu, tercatat ada tiga jembatan penghubung antardesa dan dusun telah putus setelah diterjang arus air yang kuat. Kerusakan paling parah terjadi di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru.

Oemar menjelaskan, seluruhnya terdapat enam jembatan rusak akibat banjir. Dari enam jembaran itu, tiga jembatas putus yakni dua jembatan beton dan satu jembatan biasa. 

Akibat kerusakan jembatan dan jalan saat kejadian, lebih dari seribu warga di tiga dusun terisolasi. Khususnya di RT 8, 9, dan 10 Dusun Sumberkapung, akses menuju dan dari daerah tersebut lumpuh total. 

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menyebabkan tiga desa terdampak banjir. Ketiga desa tersebut adalah Desa Andungbiru, Desa Tlogoargo, dan Desa Tiris.

Guyuran hujan lebat yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di kawasan hulu seperti Gunung Gambir, Candi Kedaton, dan Taman Hidup, membuat debit air meningkat drastis. Air hujan yang mengalir deras menuju Sungai Tiris menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di tiga desa tersebut.

Secara geografis, Kecamatan Tiris terletak di wilayah dataran tinggi dan memiliki topografi yang berbukit hingga bergunung.  Bersama Kecamatan Krucil, Kecamatan Tiris berbatasan dengan kawasan Gunung Argopuro, yang dikenal sebagai salah satu kawasan pegunungan tertinggi dan terluas di Jatim. 

Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rawan bencana hidrometereologi seperti banjir dan longsor, terutama saat musim hujan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Dicko W
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.