TIMES Probolinggo/Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati saat ditemui di Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/10/2025). (FOTO: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Dinas Kesehatan DKI mencatat 60 siswa di Jakarta alami keracunan program Makanan Bergizi Gratis. Diduga akibat bakteri dan kelalaian SOP distribusi.

TIMES Probolinggo,Sabtu 4 Oktober 2025, 12:19 WIB
445.9K
A
Antara

JAKARTADinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat 60 siswa dari 10 lokasi di Jakarta mengalami gejala keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, tidak ada siswa yang sampai memerlukan penanganan medis serius atau peralatan kesehatan khusus.

“Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan peralatan kesehatan tidak terlalu banyak. Ada sekitar 60-an dari seluruh lokasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/10/2025).

Ani menjelaskan, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab keracunan berasal dari bakteri yang mencemari makanan.

“Sesuai dengan yang disampaikan Pak Menkes kemarin, memang sebagian besar penyebabnya adalah bakteri,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang teridentifikasi mengalami kasus keracunan adalah SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sebanyak 20 siswa di sekolah tersebut mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kelalaian SOP dalam Distribusi MBG

Pada kesempatan berbeda, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menemukan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan prosedur operasi standar (SOP) dalam pendistribusian makanan.

Kepala DKPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebutkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya sudah menetapkan dan mensosialisasikan SOP distribusi makanan bergizi secara rinci.

“Sebenarnya kalau SOP sudah ada dari BGN, sudah jelas. Tetapi ketika kita melakukan monitoring, ternyata SOP tersebut kurang dilaksanakan dengan baik,” ujar Hasudungan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Sebagai langkah antisipasi, Dinas KPKP DKI melakukan pemeriksaan laboratorium dua kali seminggu di dua lokasi berbeda di setiap wilayah kota administrasi Jakarta. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.