Lawan DBD, Probolinggo Andalkan Lavender: dari Usir Nyamuk hingga Jadi Spot Wisata
TIMES Probolinggo/Penanaman bibit lavender secara simbolis. (FOTO: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia)

Lawan DBD, Probolinggo Andalkan Lavender: dari Usir Nyamuk hingga Jadi Spot Wisata

Pemerintah Kota Probolinggo menggelar gerakan masif pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mengajak warga menanam lavender.

TIMES Probolinggo,Kamis 5 Maret 2026, 17:06 WIB
76
S
Sri Hartini

PROBOLINGGOMemasuki musim penghujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengintai. Namun Pemerintah Kota Probolinggo tak ingin kecolongan. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), mereka menggelar gerakan masif pencegahan DBD dengan cara yang tak biasa yakni mengajak warga menanam lavender, Rabu (4/3/2026) di Pendapa Kecamatan Kanigaran.

Gerakan bertajuk Gerak Bersama Pencegahan Dan Pengendalian DBD Dengan PSN 3M Plus Lavenderisasi ini bukan sekadar seremonial. Di balik bunga ungu yang harum itu, pemerintah menyimpan strategi ganda diantaranya mengusir nyamuk sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, memaparkan data yang tak bisa dianggap enteng. Sepanjang tahun 2024, tercatat 490 warga terjangkit DBD dengan 6 kematian. 

Angka itu memang turun di tahun 2025 menjadi 326 kasus dan 4 kematian. Namun yang mengkhawatirkan, Kecamatan Kanigaran masih menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 103 kasus dan 2 kematian. 

"Untuk tahun 2026 saja, per Maret ini sudah ada 39 kasus. Yang lebih memprihatinkan, angka bebas jentik kita baru 78,8 persen, masih di bawah target minimal 90 persen. Ini artinya potensi penularan masih besar," jelas dr. Intan.

Di sinilah lavender disebut-sebut sebagai senjata baru. Tanaman ini diketahui memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk Aedes Aegypti. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa ditanam di pekarangan rumah.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan perspektif yang lebih luas. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap menganggap remeh satu kasus DBD. 

Padahal, menurutnya, satu kasus saja sudah cukup dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). "Saya lihat respon kita masih biasa-biasa saja. Ini yang harus diubah. "Begitu ada satu kasus, semua harus bergerak cepat. Jangan pakai lagi prosedur biasa," ujar dokter Aminuddin.

Jumantik, RT, RW, lurah, camat, semua harus turun. Nyamuk ini bisa bertahan seminggu dan sehari bisa menggigit 2 sampai 4 orang,

Lebih jauh, Wali Kota Amin melihat lavender bukan hanya sebagai pengusir nyamuk. Ia telah menghitung potensi ekonominya. Minyak lavender bisa diolah menjadi produk herbal, lotion anti nyamuk, sabun, hingga krim kecantikan. 

"Bayangkan, kalau ditanam massal di area luas, selain indah, bisa jadi spot foto atau destinasi wisata baru. Ini multi-manfaat. Saya minta PKK bisa maksimal menanam lavender secara massal," ujarnya.

Wali Kota Aminuddin juga mengaitkan gerakan ini dengan program unggulan PROBOLINGGO BERSOLEK dan INDONESIA ASRI. Menurutnya, kota yang bersih dan indah secara otomatis akan mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti DBD dan Leptospirosis. 

"Mari bergerak bersama, mulai saat ini, berkesinambungan, dan berkolaborasi dengan semua pihak," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sri Hartini
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.