TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Untuk kali pertama, upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama atau Kemenag RI digelar di kawasan Pegunungan Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (3/1/2026) pagi.
Bertempat di Gerbang Wisata Sukapura (GWS), ratusan ASN Kemenag Kabupaten Probolinggo mengikuti upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus dr Mohammad Haris Damanhuri atau Gus Haris.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan pentingnya peran Kemenag dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman Indonesia.
Ia menyebut bahwa sejak awal berdirinya, Kemenag telah menjadi garda terdepan dalam merawat harmoni di tengah ribuan suku, budaya, dan agama yang ada di Nusantara.
Namun, Gus Haris juga mengingatkan adanya tantangan baru yang tak kalah serius: propaganda yang disebarkan melalui media sosial dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Apakah kita sama-sama menyadari bahwa akhir-akhir ini semakin banyak upaya adu domba di media sosial dengan penggunaan AI. ASN Kemenag harus upgrade skill agar tidak tertinggal, jangan sampai tenaga profesional kita tergantikan oleh AI,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur menyebut, pemilihan lokasi upacara di kawasan pegunungan Tengger bukan tanpa alasan. Masyarakat Tengger dikenal sebagai miniatur Indonesia dalam hal keragaman agama, dengan komunitas Muslim, Hindu, dan Kristen hidup berdampingan secara harmonis.
“Masyarakat Tengger ini menjadi model bagaimana Moderasi Beragama yang digaungkan Kemenag RI bisa berjalan dengan harapan. Mereka hidup rukun, damai, dan saling menjaga,” ujarnya.
Perayaan HAB ke-80 ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai refleksi sejarah panjang Kemenag, tetapi juga sebagai seruan untuk memperkuat kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk disrupsi digital dan ancaman terhadap persatuan bangsa. (*)
| Pewarta | : Muhammad Iqbal |
| Editor | : Muhammad Iqbal |