Paiton Energy Fasilitasi UMKM Probolinggo Tembus Pasar Nasional
Paiton Energy dan POMI perkuat daya saing 30 UMKM binaan lewat sertifikasi halal, NIB, hingga strategi digital marketing untuk menembus pasar nasional.
Probolinggo – Puluhan pelaku usaha mikro di Kabupaten Probolinggo, Jatim, kini mulai menapaki jalan untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Sebanyak 30 pelaku UMKM binaan PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) tengah dipersiapkan agar produk lokal mereka tidak hanya berputar di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus skala nasional.
Upaya ini menjadi relevan mengingat ketimpangan skala usaha yang masih mencolok di wilayah tersebut.
Data dari Sistem Manajemen dan Pengembangan UMKM Terpadu DKUPP Kabupaten Probolinggo menunjukkan, dari total 43.015 unit usaha mikro yang ada, hanya 648 unit yang berhasil berkembang menjadi usaha kecil, dan menyusut menjadi 61 unit di level usaha menengah.
Kecamatan Paiton sendiri menjadi salah satu basis terbesar dengan 3.464 unit usaha mikro. Namun, minimnya legalitas dan standardisasi seringkali menjadi penghambat produk lokal untuk masuk ke ritel modern atau pasar luar daerah.
Dalam konteks tersebut, Paiton Energy – POMI bersama DKUPP menggelar Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Sertifikasi Halal di Recreation Hall POH 1, Probolinggo.
Selain aspek halal, para pelaku usaha juga dibantu mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga teknik pemasaran digital melalui foto produk dan copywriting.
Head of External Relations PT Paiton Energy, Bambang Jiwantoro, menyebut bahwa kelengkapan legalitas adalah fondasi dasar bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat. “Kami ingin membantu mereka agar lebih siap bersaing. UMKM yang tertata akan menjadi penggerak ekonomi lokal yang lebih kuat,” tuturnya.
Human Capital Facilities and Community Manager PT POMI, Rochman Hidayat, menambahkan bahwa pendampingan ini dilakukan secara berkesinambungan. "Sertifikasi dan perizinan adalah kunci agar UMKM bisa 'naik kelas' dan memiliki peluang pasar yang lebih luas," jelasnya.
Salah satu peserta, Sumiani dari PKL Sukodadi Paiton, mengaku mendapat perspektif baru tentang pentingnya profesionalisme dalam berusaha. “Poin utama yang saya petik adalah menjaga kualitas produk. Semoga melalui pelatihan ini, usaha saya bisa terus berkembang,” ungkapnya.
Melalui payung program Paiton bErsiNERGY, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan saja, namun berlanjut pada inkubasi usaha dan pengembangan akses pasar yang lebih mandiri. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




