https://probolinggo.times.co.id/
Olahraga

Spurs Gagalkan Man City, Arsenal Menjauh dalam Perburuan Gelar

Senin, 02 Februari 2026 - 07:11
Hasil Tottenham vs Man City Untungkan Arsenal di Puncak Klasemen Manchester City gagal memberi tekanan kepada Arsenal karena hanya bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur. (foto: Manchester City)

TIMES PROBOLINGGO, JAKARTA – Persaingan juara Liga Inggris memasuki fase krusial. Di saat musim belum mencapai garis akhir, hasil imbang 2-2 antara Tottenham Hotspur dan Manchester City, Minggu (1/2/2026) waktu setempat, justru menjadi momentum penting bagi Arsenal untuk menjauh di puncak klasemen.

Tottenham, yang notabene rival sekota Arsenal, secara tak langsung memberi “hadiah besar” bagi The Gunners. Dua gol Dominik Solanke di babak kedua, dan salah satunya melalui sepakan akrobatik ala scorpion kick, menggagalkan kemenangan Manchester City yang sempat unggul dua gol lebih dulu. Hasil itu membuat Arsenal kini memimpin enam poin dengan 14 pertandingan tersisa.

Situasi tersebut nyaris menjadi akhir pekan sempurna bagi Arsenal. Selain City terpeleset, pesaing lain, Aston Villa, juga menelan kekalahan mengejutkan 0-1 di kandang dari Brentford, meski lawan bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Villa tetap tertahan tujuh poin di belakang Arsenal, sekaligus mulai terancam oleh Manchester United yang terus menanjak.

Tottenham Bangkit, City Kehilangan Momentum

Manchester City sebenarnya tampil dominan di babak pertama. Gol Rayan Cherki dan Antoine Semenyo membawa tim asuhan Pep Guardiola unggul 2-0 saat turun minum. Menghadapi Tottenham yang pincang karena badai cedera, City terlihat begitu nyaman, bahkan di hadapan publik tuan rumah di Tottenham Hotspur Stadium.

Namun, wajah pertandingan berubah total selepas jeda. Tottenham bermain lebih agresif dan penuh keyakinan. Gol pertama Solanke lahir dari situasi kemelut di depan gawang, sebelum striker Inggris itu mencetak gol kedua yang spektakuler dengan back-flick terbang yang mengecoh kiper City, Gianluigi Donnarumma.

“Babak pertama sangat sulit, kami seperti tidak bisa mendekati mereka. Tapi di babak kedua ceritanya berbeda. Kami tumbuh dengan kepercayaan diri,” ujar Solanke, menggambarkan kebangkitan Spurs.

Bagi City, hasil ini terasa sebagai peluang emas yang terbuang. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, performa mereka terlihat goyah, termasuk kekalahan dari Manchester United dan Bodo/Glimt di Liga Champions. Guardiola mengakui hasil ini sebagai kemunduran, meski belum menyerah dalam perburuan gelar. “Masih ada 14 pertandingan dan banyak poin yang bisa diperebutkan,” katanya.

Arsenal Diuntungkan, Penantian Panjang di Ujung Jalan

Arsenal sendiri tampil meyakinkan sehari sebelumnya dengan kemenangan telak 4-0 atas Leeds United. Dengan kombinasi performa stabil dan terpelesetnya para rival, peluang klub London Utara itu untuk mengakhiri puasa gelar sejak 2004 kian terbuka lebar.

Secara matematis, jarak enam poin dengan sisa 14 laga memang belum aman. Namun, secara psikologis, Arsenal kini berada di posisi paling menguntungkan, terutama melihat inkonsistensi City dan Villa dalam beberapa pekan terakhir.

Villa Tersandung, United Terus Menekan

Aston Villa gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat menjamu Brentford. Gol Dango Ouattara menjelang turun minum cukup untuk memberi kemenangan tim tamu, meski mereka harus bertahan habis-habisan di babak kedua.

Kekalahan itu membuka jalan bagi Manchester United untuk mendekat. United mencatat kemenangan ketiga beruntun di liga di bawah manajer baru Michael Carrick, setelah menundukkan Fulham 3-2 lewat gol penentu Benjamin Sesko di masa injury time.

Carrick, yang sebelumnya juga menaklukkan City dan Arsenal, mulai disebut-sebut membawa “sentuhan magis” di Old Trafford. United kini berada di peringkat keempat, hanya lima poin di belakang Villa, dengan peluang realistis kembali ke Liga Champions.

Peta Persaingan Mengerucut

Dengan 14 pertandingan tersisa, peta persaingan juara dan zona Eropa semakin mengerucut. Arsenal memimpin dengan keunggulan signifikan, City masih membuntuti namun kehilangan konsistensi, Villa mulai goyah, dan United perlahan bangkit.

Jika tren ini berlanjut, Liga Inggris musim ini bukan hanya soal siapa yang paling kuat di atas kertas, melainkan siapa yang paling stabil menjaga momentum hingga akhir. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.