Wali Kota Probolinggo Ingin Emaskan Masjid Agung, Padukan dengan Alun-Alun Jadi Ikon Baru
Pemerintah Kota Probolinggo mulai mematangkan rencana wajah baru Masjid Agung Raudlatul Jannah. masjid Agung Kebanggan Warga ini tidak hanya akan dipercantik, tetapi terintegrasi dengan kawasan alun - alun, dan menjadikannya Ikon Baru
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo mulai mematangkan rencana wajah baru Masjid Agung Raudlatul Jannah. masjid Agung Kebanggan Warga ini tidak hanya akan dipercantik, tetapi terintegrasi dengan kawasan alun - alun, dan menjadikannya Ikon Baru
Dalam sebuah pertemuan di ruang Command Center Kantor Wali Kota, Rabu (25/2/2026), tim teknis memaparkan desain renovasi eksterior Masjid Anggung bernama Roudlatu Jannah tersebut.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang hadir langsung dalam pemaparan itu, menyampaikan keinginannya untuk menjadikan masjid sebagai ikon kota yang megah. Ia menginginkan dominasi warna keemasan pada bagian luar masjid, sebuah konsep yang ia sebut sebagai "Masjid Emas".
"Saya ingin masjid agung ini menjadi ikon dan kebanggaan untuk warga Kota Probolinggo," ujar Aminuddin kepada tim teknis dan pengurus Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah (BPM ARJ) yang hadir.
Lebih dari sekadar estetika bangunan, orang nomor satu di kota Probolinggo ini, juga menyoroti konektivitas kawasan. Ia mengusulkan agar area masjid dan alun-alun terintegrasi menjadi satu plaza semi-terbuka yang representatif.
Dengan konsep ini, ruang antara dua menara masjid pun diusulkan untuk difungsikan, misalnya sebagai mini klinik yang bisa melayani jemaah yang membutuhkan pertolongan pertama.
Penataan parkir juga menjadi perhatian serius. Wali Kota mengarahkan agar area parkir tidak hanya terpusat di masjid, tetapi terintegrasi dengan kawasan sekitar, termasuk akses menuju Stasiun Probolinggo dan alun-alun. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata religi terpadu di masa mendatang.
"Pembangunan masjid dan alun-alun ini bukan proyek fisik biasa. Ini bagian dari upaya kita mengukir sejarah dan memperkuat identitas daerah," tegas Aminuddin.
Ketua BPM ARJ, KH Abdul Azis RM, menyambut baik pemaparan desain yang telah melalui proses panjang tersebut. Pihaknya mengklaim telah menyerap berbagai aspirasi dari para pengurus, mulai dari usulan desain tanpa pagar, penyesuaian pagar, hingga proporsi tulisan Raudlatul Jannah.
"Alhamdulillah desain ini sudah melalui berbagai masukan dari pengurus. Semua kami tampung agar hasilnya menjadi yang terbaik," jelas KH Abdul Azis.
Dari sisi arsitektur, Ketua Tim Teknis, Robby Bustami, mengungkapkan bahwa desain eksterior ini dibuat selaras dengan konsep interior yang sudah ada sebelumnya. Inspirasi bentuk dan warna, menurutnya, mengacu pada kemegahan Masjid Agung Sultan Qaboos di Oman.
Namun, di balik keindahan desain, Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengingatkan adanya pekerjaan rumah yang tak kalah penting. Dengan estimasi biaya renovasi eksterior sekitar Rp 2,8 miliar, Rin sapaan akrabnya, menekankan perlunya kajian struktur menyeluruh mengingat usia bangunan masjid yang sudah cukup tua.
"Jangan sampai tampilan luar sudah bagus, interior sudah baik, tetapi struktur di dalamnya bermasalah. Perlu penguatan struktur, pengecekan kelistrikan, serta evaluasi kondisi atap sebelum dilakukan covering," tegas Rini.
Sementara itu, Pj Sekda, Rey Suwigtyo, memastikan bahwa kejelasan konsep dan perencanaan yang matang akan menentukan skema pembiayaan. Pihaknya akan melihat apakah proyek ini bisa dilaksanakan dalam satu tahun anggaran atau bertahap selama dua tahun, dengan menyesuaikan kemampuan APBD.
"Setelah konsepnya jelas, kita bisa sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Momentum penyusunan APBD 2027 bisa menjadi peluang untuk mengakomodasi program ini," pungkas Tyok, sapaan Pj Sekda.
Selanjutnya rencana ini akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang lebih detail bersama DPUPR dan konsultan untuk mematangkan aspek struktur, desain, dan biaya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



