Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024 melorot. Tercatat ada 244.537 penduduk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024.
Probolinggo – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024 melorot. Tercatat ada 244.537 penduduk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024.
Dengan jumlah DPT 872.218, jumlah penduduk yang tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Probolinggo periode 2024-2029, setara dengan 28 persen.
Artinya, partisipasi pemilih hanya 72 persen. Angka itu lebih rendah Pilkada 2018 (73 persen), Pilkada 2013 (75 persen), dan Pilkada 2008 (78 persen) di Kabupaten Probolinggo.
Kecamatan Lumbang menjadi kecamatan dengan tingkat partisipasi pemilih paling rendah. Hampir separuh penduduk yang tercantum dalam DPT di daerah ini, tak hadir ke TPS untuk memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Probolinggo nomor 2556 tahun 2024 tentang penetapan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati Probolinggo tahun 2024, sebanyak 25.127 penduduk di Kecamatan Lumbang, namanya tercantum dalam DPT.
Tapi yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya hanya 14.382 atau setara dengan 57,2 persen. Ada 10.745 penduduk dalam DPT yang absen saat pemungutan suara.
Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Aliwafa, mengakui melorotnya tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada 2024. Menurutnya hal itu salah satunya disebabkan oleh cuaca saat hari pemungutan suara.
"Di atas (dataran tinggi) jam 10. 00 itu hujan dan hampir terjadi di semua wilayah (Kabupaten Probolinggo)," katanya. Padahal, lanjutnya, penduduk di dataran tinggi biasanya menggunakan hak pilihnya pada jam tersebut.
Kondisi itu diperparah oleh jarak menuju TPS yang cukup jauh. Terutama di dataran tinggi atau pegunungan. "Seperti di Desa Sapih (Kecamatan Lumbang). Kalau hujan, jalan sulit dilewati," katanya.
Selain Lumbang, Kecamatan dengan tingkat partisipasi pemilih rendah adalah Kuripan. Di daerah ini, 23.451 penduduk tercantum dalam DPT. Tapi hanya 13.812 saja yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Angka itu setara dengan 58,9 persen.
Artinya, ada 9.639 penduduk yang namanya tercantum dalam DPT, tidak hadir ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024.
Di bawah Lumbang dan Kuripan, Kecamatan lain dengan tingkat partisipasi pemilih rendah dalam pilkada 2024 secara berurutan adalah Kecamatan Leces (61,4 persen), Kecamatan Wonomerto (62,2 persen), dan Kecamatan Tongas (62,3 persen).
Diketahui, Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024 diikuti oleh dua pasangan calon. Yaitu paslon nomor urut 1, Zulmi Noor Hasani-Abd Rasit; dan paslon nomor urut 2, dr. Mohammad Haris-Fahmi AHZ.
Paslon nomor urut 1 memperoleh 118.827 suara atau setara dengan 19,4 persen dari total suara sah. Sedangkan paslon nomor urut 2, memperoleh 492.212 suara atau setara dengan 80,6 persen dari total suara sah dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




