Hujan Reda, Umat Tionghoa Probolinggo Khusyuk Laksanakan Sembahyang Imlek 2577
Hujan yang mengguyur Kota Probolinggo pada Senin malam (17/2/2026) seolah memberi jeda bagi puluhan umat Tionghoa yang hendak melaksanakan sembahyang Tahun Baru Imlek 2577.
PROBOLINGGO – Hujan yang mengguyur Kota Probolinggo pada Senin malam (17/2/2026) seolah memberi jeda bagi puluhan umat Tionghoa yang hendak melaksanakan sembahyang Tahun Baru Imlek 2577. Tepat pada pukul 22.30 waktu setempat, saat hujan mulai berhenti, puluhan jemaat Klenteng TITD Sumber Naga, berdatangan dan memadati Klenteng Tri Dharma Sumber Naga untuk mengikuti prosesi sakral pergantian tahun menuju Tahun Kuda Api.
Suasana khidmat langsung terasa ketika umat memulai sembahyang di altar utama klenteng. Doa-doa dipanjatkan menghadap Kongco Tan Hu Ci Jin, dewa tuan rumah yang bersemayam di tempat tersebut.
Prosesi kemudian berlanjut ke halaman tengah, di mana jemaat secara bergantian bersembahyang menghadap ke arah barat dan timur bangunan klenteng.
Ketua II Pengurus Klenteng Tri Dharma, Ervan Sudjianto, mengungkapkan bahwa momen berhentinya hujan menjadi pertanda baik bagi kelancaran ibadah malam itu.

“Sebelum dimulai, hujan cukup deras. Namun persis pada pukul 22.30, hujan reda dan jemaat mulai berdatangan secara berangsur. Kami bersyukur prosesi utama bisa berjalan dengan lancar dan khusyuk,” ujar Ervan saat ditemui di sela-sela acara, Senin malam.
Meski sempat kembali diguyur rintik hujan di pertengahan acara, kekhusyukan umat tidak surut. Rangkaian sembahyang berlangsung sesuai dengan tata cara yang dijalankan setiap tahunnya.
Pantauan di lokasi, jemaat dengan tertib mengikuti arahan pengurus klenteng hingga prosesi usai tepat pada pergantian hari, pukul 00.00 waktu setempat.
Kendati ibadah inti berjalan lancar, cuaca masih kurang bersahabat membuat sejumlah atraksi yang direncanakan tampil sebelum sembahyang terpaksa ditiadakan.
Meski begitu momen puncak perayaan tetap terasa semarak. Usai rangkaian doa, halaman klenteng bergemuruh oleh suara kembang api yang dinyalakan. Ribuan percik cahaya menghiasi langit malam pergantian tahun. Bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga sarat makna. Bagi umat Tionghoa, suara gemuruh kembang api dipercaya sebagai simbol untuk mengusir energi negatif dan menyambut datangnya aura positif di tahun yang baru.
Memasuki Tahun Kuda Api, Ervan mewakili pengurus klenteng TITD Sumber Naga menyampaikan harapan terbaik bagi seluruh umat. “Kami berdoa semoga di tahun yang baru ini, semua umat diberikan kelancaran rezeki, kesuksesan, serta selalu dilimpahi kebahagiaan,” imbuhnya.
Fernando Anglelo Patriko, jemaat Klenteng TITD Sumber Naga , mengatakan sembahyang malam ini baru awal dari rangkaian perayaan. “Ini tradisi setiap tahun. Setelah sembahyang di klenteng, besok pagi kami akan lanjut bersembahyang lagi, lalu bersilaturahmi ke rumah saudara-saudara untuk merayakan bersama keluarga,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


