Tiga Menit, Pengendara Berhenti di Perempatan Brak Probolinggo Peringati Detik-Detik Proklamasi
Pengendara yang melintas di Perempatan Brak, Kota Probolinggo, menghentikan perjalanan selama sekitar tiga menit.
PROBOLINGGO – Pengendara yang melintas di Perempatan Brak, Kota Probolinggo, menghentikan perjalanan selama sekitar tiga menit, Senin (17/8/2026). Mereka mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tepat pukul 10.17 WIB.
Menjelang waktu tersebut, anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota menghentikan kendaraan dari empat penjuru persimpangan. Pengendara sepeda motor, mobil hingga kendaraan berat diminta mematikan mesin dan turun dari kendaraan.
Setelah seluruh kendaraan berhenti, para pengendara berdiri di sisi kendaraan masing-masing. Saat pukul 10.17 WIB, petugas memberikan komando untuk melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih yang dikibarkan di tengah persimpangan.
Prosesi berlangsung sekitar tiga menit. Selama itu, kendaraan tidak diperbolehkan melintas dan para pengendara mengikuti penghormatan hingga rangkaian peringatan selesai.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Ahmad Tohari mengatakan, Perempatan Brak dipilih karena merupakan salah satu simpul lalu lintas utama di Kota Probolinggo.
“Pada hari ini kita melaksanakan detik-detik Proklamasi di traffic light Brak. Kami ingin momen bersejarah ini tidak hanya dirasakan di ruang tertutup, tetapi juga di ruang publik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat ikut memperingati momentum kemerdekaan, termasuk ketika sedang berada di jalan.
“Momen ini kami harapkan membuat masyarakat lebih menghargai jasa-jasa para pahlawan. Kemerdekaan ini harus tetap kita jaga sampai kapan pun,” imbuhnya.
Setelah prosesi selesai, petugas memberikan komando agar kendaraan kembali berjalan. Para pengendara kemudian menaiki kendaraan dan menyalakan mesin.
Arus lalu lintas di Perempatan Brak kembali normal. Aktivitas kendaraan yang sebelumnya dihentikan selama tiga menit kembali berlangsung seperti biasa.
Salah seorang pengendara, Andri, mengaku senang bisa mengikuti peringatan tersebut bersama istri dan anaknya.
“Cukup bangga bisa memperingati detik-detik Proklamasi ini bersama istri, anak, serta pengguna kendaraan lainnya. Tidak banyak yang bisa merasakan upacara di tengah jalan seperti ini,” katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

