Buntut Temuan Ulat di Menu MBG Probolinggo, SPPG Minta Maaf dan Perketat SOP
Pengelola SPPG Paiton Probolinggo merespons cepat temuan ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Permohonan maaf disampaikan dan pengawasan distribusi diperketat.
Probolinggo – Temuan ulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis alias MBG bagi balita dan ibu hamil di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jatim, mendapat respons serius dari pihak pengelola.
Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) setempat secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen memperketat pengawasan kualitas makanan.
Insiden ini bermula dari laporan warga Desa Randumerak, Eko Rahmat, yang menemukan ulat pada sayur dalam paket MBG yang diterima untuk anak balitanya dan istrinya yang hamil.
Menyikapi hal itu, Kepala SPPG Dusun Kalianyar, Desa Sidodadi, Sulhan, bersama Koordinator Kecamatan dan Ketua Kader setempat langsung melakukan langkah persuasif dengan mendatangi kediaman pelapor untuk memberikan klarifikasi.
"Jika memang ada kejadian seperti itu, saya sebagai perwakilan SPPG meminta maaf. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan ini tidak terulang," ujar Sulhan dalam keterangannya.
Meski mengakui adanya kelalaian, Sulhan menegaskan, seluruh proses pengolahan menu dilakukan dengan pengawasan ketat. Ia menjamin bahwa makanan yang didistribusikan adalah hasil olahan segar (bukan instan) dan dimasak langsung pada hari yang sama.
Dari sisi logistik, pihak SPPG menyatakan, durasi antara pemorsian hingga distribusi ke tangan penerima manfaat relatif singkat, yakni tidak lebih dari 20 menit. Hal ini dilakukan untuk menjaga suhu dan kesegaran makanan tetap terjaga.
Di tingkat desa, Kader Desa Halimatus Sa’diyah mengaku sempat ragu karena penerima manfaat lain tidak melaporkan temuan serupa. Namun, laporan tersebut tetap diteruskan ke pengelola SPPG sebagai bentuk tanggung jawab.
“Karena saya ingin program MBG ini benar-benar terasa manfaatnya untuk masyarakat, terutama ibu hamil dan balita. Jadi ketika ada masalah, harus tetap jadi bahan evaluasi,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan program sosial berskala besar sangat bergantung pada sinergi antara ketelitian pengelola dan pengawasan aktif dari masyarakat penerima manfaat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


