Lantik PCNU Probolinggo, Gus Yahya Ibaratkan Khidmat Seperti Akad Nikah
Hadir di pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo, Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengibaratkan khidmat seperti akad nikah. Bagaimana maksudnya?
Probolinggo – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, memberikan arahan dalam prosesi pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Tegalsiwalan, Ahad (7/6/2026).
Dalam arahannya, Gus Yahya—sapaan akrab Ketum PBNU—menekankan bahwa pengabdian di NU bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah ikatan (akad) yang sakral.
Ia mengibaratkan prosesi kepengurusan ini seperti akad nikah yang menuntut komitmen tinggi antar sesama pengurus.
"Pelantikan ini seperti wali dan manten. Ini akad, bukan sekadar baiat. Dalam rumah tangga pasti ada masalah, tapi masalah apa pun tidak boleh menjadi alasan untuk berpisah atau saling pecat," ujar Gus Yahya, disambut tawa hadirin.
Gus Yahya mengajak para pengurus untuk membangun ittisol bil arwah (ikatan jiwa), yakni dengan membiasakan menghadiahkan surat Al-Fatihah kepada para ulama dan pendahulu NU setiap hari.
Hal ini, menurutnya, akan menjaga kehangatan dan kekompakan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan menyatakan, kepengurusan baru ini terbentuk dalam suasana yang sangat kondusif.
Ia menegaskan kesiapan PCNU untuk melanjutkan estafet khidmat dengan fokus pada penguatan kaderisasi.
"Lima tahun sebelumnya, PCNU telah membangun kaderisasi yang kuat. Ini menjadi modal besar bagi kami,” katanya.
Ia menyebut, sebelum pelantikan, lebih dari 30 ranting NU (dari total 110 ranting NU di wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo) telah melaksanakan musyawarah.
“Kami menargetkan pelantikan serentak untuk 110 ranting baru itu di 11 titik MWCNU pada momentum Maulid nanti," jelas Kiai Teguh.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, yang mewakili Bupati, menyatakan komitmen Pemkab Probolinggo untuk terus menjadi mitra strategis NU. Pemkab berharap sinergi ini dapat mempercepat pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta menjadi teladan moderasi beragama di wilayah Probolinggo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


