Guru Ngaji Menanti Janji, GP Ansor Kawal hingga PAK 2027
Rapat Dengar Pendapat Banggar DPRD dan GP Ansor Kota Probolinggo. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Guru Ngaji Menanti Janji, GP Ansor Kawal hingga PAK 2027

Raut para pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kota Probolinggo siang itu terlihat serius.

TIMES Probolinggo,Rabu 6 Mei 2026, 15:31 WIB
372
S
Sri Hartini

ProbolinggoRaut para pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kota Probolinggo siang itu terlihat serius, Rabu (6/5/2026), mereka duduk berhadapan dengan jajaran Badan Anggaran DPRD setempat di ruang pertemuan Komisi III. Tidak ada teriakan, hanya tanya-jawab runut tentang satu hal yang belakangan meresahkan yakni kabar terpangkasnya anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan honor guru ngaji hingga separuh.

Isu itu sampai ke telinga GP Ansor dari sejumlah kalangan. Organisasi kepemudaan ini lantas memilih jalur tabayun. 

“Kami datang untuk mengonfirmasi langsung isu yang beredar, terutama soal BOSDA dan honor guru ngaji yang disebut-sebut dikepras sampai 50 persen,” ujar Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, mengawali pertemuan.

Di hadapan belasan pengurus dan anggota GP Ansor, Ketua Banggar DPRD Dwi Laksmi Shinta lantas membeberkan kronologi. Ia menegaskan bahwa Banggar justru tengah mencari celah untuk mempertahankan alokasi anggaran bagi para pendidik, termasuk guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan agama di masyarakat. 

Shinta menjelaskan dinamika pembahasan di internal dewan dan posisi Banggar yang berupaya menahan pemangkasan.

article
GP Anshor menyampaikan pakta Integritas kepada banggar DPRD kota Probolinggo. (Foto : Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 12.00 siang itu berakhir dengan satu kesepakatan. DPRD dan GP Ansor sepakat akan bersama-sama mengawal alokasi BOSDA dan honor guru ngaji, terutama pada dua momen penting ke depan yaitu dalam pembahasan Perubahan Anggaran dan Kebutuhan tahun anggaran berjalan serta pembahasan anggaran murni tahun 2027.

Bagi GP Ansor, kesepakatan ini bukan sekadar catatan rapat. Salamul Huda menegaskan pihaknya akan memantau realisasi di lapangan. Ia berharap pemerintah kota berlaku bijak terhadap nasib para guru, terutama guru ngaji yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan di ruang-ruang kecil madrasah dan musala. 

“Kalau nanti belum juga terealisasi, kami akan terus bersuara dan memperjuangkannya sesuai hak kami sebagai organisasi kemasyarakatan dan sebagai warga,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sri Hartini
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.