TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Kota Probolinggo kini memiliki cadangan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang lebih kuat. Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) setempat menerima tambahan alokasi sebanyak 2.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penambahan stok ini merupakan bagian dari gelombang distribusi tahap awal yang dilakukan Pemprov Jatim, yang membagikan total 453 ribu dosis ke 38 kabupaten dan kota. Tujuannya adalah membangun ketahanan ternak secara regional.
“Vaksin sebanyak 2.000 dosis ini kami ambil langsung dari Surabaya dan akan menjadi stok operasional kami,” kata Kepala DPKPP Kota Probolinggo, Fitriawati.
Ia menjelaskan bahwa vaksin tambahan ini memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi timnya.
Dengan tambahan pasokan ini, DPKPP Kota Probolinggo memiliki dua strategi. Pertama adalah program vaksinasi aktif yang telah berjalan sejak Januari 2026, di mana 452 ekor ternak telah terlindungi. Kedua adalah penggunaan vaksin baru ini untuk program percepatan dan penanganan jika ditemukan titik rawan.
“Kami akan mulai menggunakan dosis tambahan ini secara aktif mulai Februari hingga Maret 2026, sebagian besar melalui pendekatan *door to door*,” jelas Fitriawati.
Pendekatan *door to door* atau mendatangi kandang ternak langsung dipilih untuk memastikan cakupan vaksinasi maksimal, terutama bagi peternak kecil yang mungkin kesulitan mengakses layanan tetap.
Penerimaan dosis tambahan ini tidak hanya menambah angka di gudang, tetapi juga meningkatkan kapasitas respons cepat.
Dengan cadangan yang cukup, tim kesehatan hewan dapat segera bergerak jika ada laporan ternak baru masuk atau di daerah yang sebelumnya kurang terjangkau.
“Kondisi saat ini masih aman, tidak ada temuan PMK. Dengan stok yang memadai, kami bisa lebih sigap menjaga status zero ini,” ujar Fitriawati. (*)
| Pewarta | : Sri Hartini |
| Editor | : Imadudin Muhammad |