https://probolinggo.times.co.id/
Berita

Kiai Hamid Dorong Alumni Nurul Jadid Bangun Jejaring Ekonomi Global

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:03
Kiai Hamid Dorong Alumni Nurul Jadid Bangun Jejaring Ekonomi Global Kepala Ponpes Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid berbicara di Halaqoh Alumni Nurul Jadid, Sabtu 17 Januari 2026 (FOTO: Ponirin for TIMES Indonesia)

TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Kepala Ponpes Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jatim, KH Abdul Hamid Wahid, menyerukan transformasi besar bagi ribuan alumni pesantren tersebut untuk segera bergeser dari sekadar ikatan emosional (primordial) menjadi kekuatan ekonomi dan jejaring fungsional yang terintegrasi di kancah global. 

Pesan ini ditegaskan dalam Halaqoh Alumni di Aula I Ponpes Nurul Jadid, Sabtu (17/1/2026).

Halaqoh dihadiri perwakilan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari seluruh Indonesia, serta perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dalam sambutannya, KH Abdul Hamid Wahid, menekankan pentingnya transformasi peran alumni dari sekadar ikatan primordial menjadi kekuatan jejaring fungsional yang berdampak luas bagi masyarakat global.

Kiai Hamid menyampaikan bahwa pesantren secara tradisional telah memiliki jejaring silaturahmi yang kuat. Namun, menghadapi tantangan pasar global dan dinamika ekonomi saat ini, alumni dituntut untuk mulai bekerja sebagai sebuah jaringan yang terintegrasi.

"Kita tidak cukup hanya membangun hubungan praktis berdasarkan kesamaan almamater. Kita harus menggunakan potensi yang ada di satuan-satuan daerah untuk menjadi sebuah jaringan besar yang tidak eksklusif, melainkan menjadi pijakan untuk masuk ke jejaring yang lebih luas," ujar KH. Abdul Hamid Wahid.

Mengutip pesan pendiri pesantren, Kiai Hamid mengingatkan bahwa indikator keberhasilan seorang santri adalah saat mereka kembali ke masyarakat dan tetap memegang teguh prinsip perjuangan. Khidmat kepada masyarakat, menurut beliau, adalah wujud nyata khidmat kepada Allah SWT.

"Alumni harus mampu mengambil peran, baik dalam mengawal masyarakat maupun melakukan transformasi positif, mulai dari lingkup terkecil hingga ruang yang lebih luas sesuai posisi masing-masing," tambahnya.

Satu poin penting yang ditekankan Kiai Hamid adalah pemisahan antara hubungan sosial (muasyarah) dan hubungan kerja (muamalah). Beliau memberikan resep agar kerja sama antar-alumni atau saudara tetap profesional dan tidak merusak hubungan personal.

"Bermuasyarahlah (bergaul) seperti orang dekat, tetapi bertamulah (bermuamalah) seperti orang asing," pesan beliau mengutip kaidah fikih.

Hal ini mengandung makna bahwa dalam urusan profesional dan bisnis, harus ada kesepakatan yang tegas, transparan, dan akuntabel, sebagaimana teladan Rasulullah SAW sebagai Al-Amin yang sangat menjaga amanah dalam bermuamalah sebelum diangkat menjadi rasul.

Di akhir sambutannya, Kiai Hamid mendorong setiap daerah (P4NJ) untuk mewujudkan kebersamaan mereka dalam bentuk yang konkret, seperti yayasan atau lembaga usaha. Pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid pun menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai pembina dalam setiap inisiatif produktif tersebut.

"Ujung dari perjalanan kita di dunia adalah seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sekitar. Saya berharap alumni tidak hanya diam memikirkan diri sendiri, tetapi menyumbang perubahan masyarakat menuju yang lebih baik," harapnya. (*)

Pewarta : Muhammad Iqbal
Editor : Muhammad Iqbal
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.