TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Tol Probowangi bisa berganti nama menjadi Prosiwangi (Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi). Hal ini disinggung Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Adi Prasetyanto, di hadapan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang melakukan tinjau fungsional Tol Probowangi pada Rabu (2/4/25).
Adi mengatakan, usulan ini muncul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI dan Jasa Marga. Alasannya, tol ini akan melewati tiga kabupaten, yaitu Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.
"Ada usulan, karena wilayah Situbondo yang lumayan panjang, sehingga perubahan nama diharapkan lebih merepresentasikan wilayah yang dilalui," jelas Adi.
Ia mengatakan, saat ini masih dalam tahap koordinasi. Namun, kewenangan penggantian nama jalan tol tetap ada di pemerintah, bukan di BPJT atau badan usaha.
"Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan perubahan ini bisa berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Sementara Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam kunjungan tersebut, memulai peninjauan dari exit Tol Kraksaan, kemudian melewati Jalan Nasional, hingga ke Gerbang Tol Paiton, lalu kembali ke exit Tol Kraksaan.
Dody mengatakan, tol fungsional ini meskipun hanya satu lajur dan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, tetap bisa digunakan secara optimal.
"Alhamdulillah tol sudah mulai bisa digunakan secara fungsional. Hasil peninjauannya, sejauh ini sudah bagus, tidak ada masalah," ungkap Dody.
Lebih lanjut, total kendaraan yang melintas selama periode mudik mencapai sekitar 19.000 dari H-10 hingga 31 Maret.
Terkait kesiapan infrastruktur, Dody menyebutkan, bahwa sementara ini tidak bisa dilakukan pekerjaan besar karena kondisi yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, jalur tol dibuat satu arah untuk menghindari kepadatan.
Mengenai arus balik, secara global Dody mengimbuhkan, “Kita harus mengatur lalu lintas agar tidak menumpuk, terutama di ruas Cikampek yang menjadi titik utama arus balik. Koordinasi dengan Jasa Marga dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kelancaran,” tambahnya.
Untuk proyek paket 1 (Gending-Kraksaan) dan 2 (Kraksaan-Paiton) telah difungsionalkan, dengan progres mencapai 87% untuk paket 1, dan sekitar 80% untuk paket 2.
Kedua paket ini ditargetkan selesai pada pertengahan tahun, sekitar Juli 2025. Sementara paket 3 (Paiton-Banyuglugur) masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 67%.
Selain itu, dalam masa fungsional tol selama arus mudik, tercatat jumlah kendaraan yang melintas mencapai 2.000 hingga 3.800 per hari, dengan puncak tertinggi pada 29 Maret, yaitu sekitar 3.800 kendaraan. Untuk arus balik yang masih berjalan sejak kemarin, tercatat sekitar 3.000 kendaraan.
Pihak terkait masih melakukan evaluasi dan koordinasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk penerangan jalan dan penanganan potensi kepadatan.
Mengenai kelanjutan proyek hingga Banyuwangi, Dody menyatakan bahwa prosesnya akan dilakukan secara bertahap.
Dengan berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan, pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tol ini tepat waktu guna mendukung konektivitas wilayah Jawa Timur dan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bakal Ganti Nama Prosiwangi? Menteri PU Kunjungi Tol Probowangi
Pewarta | : Abdul Jalil |
Editor | : Ronny Wicaksono |