Berita

Ribuan Warga Kabupaten Probolinggo Menderita Gangguan Penglihatan

Kamis, 10 Juni 2021 - 15:09
Ribuan Warga Kabupaten Probolinggo Menderita Gangguan Penglihatan Forum komunikasi antara Pemkab Probolinggo, Komatda dan Pertuni. (FOTO: Nisun for TIMES Indonesia)

TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Ribuan warga di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengalami gangguan penglihatan. Mayoritas berupa katarak atau keburaman. Sejauh ini pemerintah setempat masih menghimpun kekuatan, untuk bisa menyelesaikan pekerjaan rumah itu.

Data yang dihimpun, ada sekitar 10 ribu warga Kabupaten Probolinggo yang mengalami katarak atau gangguan penglihatan itu. Ketua Komisi Mata Daerah (Komatda), Kabupaten Probolinggo, Mirrah Samiyah menyebut, jumlah itu saat ini masih menunggu operasi katarak.

"Kita mencoba mengejar blacklog 10 ribu pasien itu segera dioperasi," katanya, Kamis (10/6/2021).

Pekerjaan rumah itu, tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada Dinkes Kabupaten Probolinggo. Melainkan harus ada sinergi dengan instansi dan perusahaan swasta.

Saat ini yang dilakukan, adalah memanfaatkan Coorporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan raksasa yang ada. Seperti PJB Paiton, POMI Energy dan Non Government Organisation (NGO) yang konsisten dalam pendampingan kesehatan mata.

Pendelegasian itu, memungkinkan target operasi katarak dapat dituntaskan dengan cepat. "Kalau tidak di tahun ini, mungkin di tahun depan. Karena pada pandemi lalu, kami tidak bisa mengumpulkan mereka untuk dioperasi secara bersama," kata dokter Mia, sapaan akrab wanita berhijab ini.

Jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 adalah 1.172.862. Sedangkan penduduk usia diatas 50 tahun mencapai 244.751. Dari survei bersama Yayasan Paramitra Jawa Timur dan Pemkab Probolinggo, ada 10 ribu warga yang alami kebutaan.

Penduduk yang mengalami kebutaan dilihat dari prevalensi RAAB (Rapid Assessment of Avoidable Blindness) 2016 mencapai 4,4% atau 10.769 jiwa.

Kebutaan akibat katarak menurut prevalensi RAAB 2016 mencapai 81% atau 8.723 jiwa. Estimasi jumlah kasus baru per tahun mencapai 20% dengan prevalensi kebutaan akibat katarak sejumlah 1.745 jiwa.

Sedangkan kemampuan operasi katarak di rumah sakit Kabupaten Probolinggo dalam 5 terakhir, adalah pada 2016 mencapai 757, setahun kemudian naik menjadi 881. Tetapi pada 2018 turun menjadi 481 dan tahun 2019 mencapai 678. Sementara pada 2020 lalu, turun menjadi 550 orang.

Ada 8 Desa Sehat Mata

Sejauh ini, di Kabupaten Probolinggo sudah ada 8 desa sehat mata yang terbentuk dengan ratusan kader. Ke depan, ketika ada waiting list warga miskin yang membutuhkan operasi katarak, maka pemerintah punya pengalaman bagaimana mobilisasi sumber daya.

"Baik antar OPD, LSM maupun dengan perusahaan," ujar pegiat kesehatan mata sekaligus Direktur Yayasan Paramitra, Asyiah Sugianti.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo, Arizky Perdana Kusuma mengatakan, kebutaan itu ada yang secara permanen maupun gangguan penglihatan. Disebabkan faktor genetik alias diturunkan dari orang tua kepada anak. Ada juga karena kecelakaan dan penyakit. (*)

Pewarta : Happy L. Tuansyah
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Probolinggo just now

Welcome to TIMES Probolinggo

TIMES Probolinggo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.