TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Potensi besar Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) yang berlokasi di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mulai menarik perhatian dunia internasional. Pasalnya investor asing asal China telah melirik kawasan industri ini untuk menjalin kerja sama strategis.
Rencananya, investor dari Negeri Tirai Bambu tersebut tidak hanya sekadar menanamkan modal, melainkan akan terjun langsung mengelola sentra industri tersebut. Fokus utama mereka adalah pengelolaan dan pemrosesan tembakau lokal asli Probolinggo agar memiliki daya saing yang lebih luas di pasar global.
Masuknya investor asing ini didorong oleh faktor fundamental yang kuat, yakni kualitas bahan baku. Tembakau Probolinggo, khususnya varietas yang tumbuh di wilayah Paiton dan sekitarnya, dikenal memiliki kualitas premium. Karakteristik rasa, aroma, dan tekstur daun tembakau Probolinggo dinilai memiliki nilai jual (economic value) yang sangat tinggi dan kompetitif.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyambut positif ketertarikan investor asing yang mulai melirik untuk berinvestasi di tanah Rengganis ini.
"Memang benar, ada investor asal China yang melirik SIHT kita di Paiton. Mereka sangat tertarik untuk masuk sebagai pengelola," ujar Sugeng Wiyanto.
Menurut Sugeng, faktor utama yang membuat investor tersebut yakin adalah reputasi tembakau Probolinggo itu sendiri.
"Daya tariknya jelas ada pada kualitas. Mereka tahu bahwa tembakau Probolinggo itu punya nilai jual yang tinggi dan kualitas yang tidak main-main. Ini peluang bagus agar tembakau kita semakin terkelola dengan manajemen industri yang modern," tambahnya.
Jika kerja sama ini terealisasi, diharapkan SIHT Paiton akan menjadi pusat pengolahan tembakau yang mampu menyerap hasil panen petani lokal dengan harga yang kompetitif, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar wilayah Paiton. (*)
| Pewarta | : Abdul Jalil |
| Editor | : Imadudin Muhammad |