Kepala SPPG Minta Maaf Secara Terbuka Terkait Temuan Ulat di Menu MBG Probolinggo
SPPG Desa Sogaan Probolinggo minta maaf usai menu MBG berulat dan berjamur. Pihaknya salurkan menu pengganti dan berjanji perketat pengawasan suplier serta proses dapur.
PROBOLINGGO – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, M. Aminullah, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh wali murid dan pihak sekolah atas insiden tidak layaknya sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan mengandung ulat dan jamur pada Kamis (26/2/2026) lalu.
"Kami dengan kerendahan hati sangat meminta maaf atas kelalaian yang terjadi dalam penyajian menu MBG tersebut. Ini adalah murni kesalahan teknis di pihak kami yang akan menjadi pelajaran sangat berharga. Kami berkomitmen penuh untuk memperbaiki kualitas hidangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan," ujar Aminullah dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Aminullah, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesali ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para orang tua dan siswa. Sebagai bentuk pertanggungjawaban langsung, SPPG telah menyalurkan menu pengganti secara menyeluruh kepada seluruh lembaga pendidikan yang menerima paket bermasalah tersebut.
"Meskipun temuan ulat dan jamur hanya dilaporkan pada beberapa paket saja, namun sebagai bentuk kompensasi dan rasa tanggung jawab kami kepada masyarakat, kami telah memberikan menu pengganti baru secara total sesuai data penerima yang ada. Hal ini kami lakukan demi menjamin keamanan dan kebaikan bersama," jelasnya.
Pihak SPPG juga menyampaikan permohonan maaf khusus kepada para wali murid yang sempat merasa geram dan khawatir atas keselamatan kesehatan anak-anak mereka. Aminullah berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap setiap suplayer dan proses pengolahan makanan di dapur SPPG.
"Kami memohon maaf jika kepercayaan bapak dan ibu sedikit terganggu. Kami meminta pihak sekolah untuk tidak ragu segera melapor jika menemukan kekurangan sekecil apa pun pada menu yang kami kirimkan, agar bisa segera kami tindak lanjuti dengan perbaikan atau penggantian menu saat itu juga," tambahnya.
Sebelumnya, program MBG di wilayah Pakuniran sempat menjadi sorotan tajam setelah paket makanan yang berisi tahu pentol berulat dan kue bakpau berjamur ditemukan terdistribusi ke sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penyaluran tersebut dilakukan oleh SPPG di bawah naungan Yayasan Banjir Anugerah Tri Sakti pada Kamis (26/2/2026). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



