58 Ribu Jemaah Umrah Sempat Tertahan Awal Perang, Pemerintah Diminta Jamin Keamanan
Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran sejak 10 hari terakhir, sempat membuat 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi. Pemerintah diminta beri jaminan keamanan.
Probolinggo – Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran sejak 10 hari terakhir, sempat membuat 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi dengan alasan keamanan.
Kendala keberangkatan yang sempat dialami puluhan ribu jemaah di awal perang itu, kini telah teratasi.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania. Poltisi Nasdem itu mengatakan, berdasarkan data yang diterima, sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia memang sempat terdampak di awal masa konflik.
Namun, politisi Partai Nasdem asal Probolinggo ini menegaskan bahwa saat ini alur perjalanan sudah kembali normal.
"Di awal-awal (perang) memang ada yang tertunda. Tapi sekarang sudah lancar," ujar Dini Rahmania saat memberikan keterangan, Senin (9/3/2026) petang.
Meski situasi di awal sempat tersendat, Dini menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah umrah baru pun tetap berjalan. Pemerintah bersama maskapai penerbangan telah menerapkan mitigasi ketat dengan menyesuaikan jalur udara agar tetap berada di zona aman.
“Memang ada yang sampai memutar rute penerbangannya demi menghindari area rawan, tapi ada beberapa airlines yang dipastikan aman dan tidak ada lagi penundaan keberangkatan maupun kepulangan,” jelas Ketua DPD Nasdem Kabupaten Probolinggo tersebut.
Mitigasi Haji 2026 dan Jaminan Asuransi
Terkait perlindungan jemaah, Dini mengingatkan bahwa asuransi keselamatan bagi jemaah umrah sepenuhnya dicover oleh perusahaan travel. Sementara untuk jemaah haji, keselamatan penerbangan menjadi tanggung jawab maskapai.
Mengingat pelaksanaan ibadah haji 2026 yang kian dekat, Dini mendesak Kementerian Haji untuk proaktif menjalin komunikasi dengan Kedubes RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji Arab Saudi.
"Harapannya, umrah dan haji tahun ini berjalan lancar tanpa kendala perang. Kita minta persiapan matang dari sekarang, termasuk koordinasi intensif untuk mitigasi keselamatan jemaah haji mendatang," harapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



