Samsudin Presiden LIRA; Lahir di Pelosok Desa, Jadi Orang Berpengaruh Nasional
Samsudin, Predisen LSM LIRA terpilih masa periode 2027-2032. (Foto: Dokumen)

Samsudin Presiden LIRA; Lahir di Pelosok Desa, Jadi Orang Berpengaruh Nasional

Kisah inspiratif Samsudin, aktivis asal pelosok Probolinggo yang sukses terpilih menjadi Presiden LSM LIRA periode 2027-2032 berkat integritas dan kegigihannya.

TIMES Probolinggo,Sabtu 20 Juni 2026, 13:02 WIB
105
A
Abdul Jalil

ProbolinggoTakdir seringkali menuliskan kisahnya melalui jalan yang tak terduga. Dari kesunyian lereng Gunung Lemongan, lahir sebuah suara lantang yang kini bergema di panggung nasional. Samsudin, pria yang mengawali langkahnya dari pelosok Probolinggo, baru saja menancapkan tonggak sejarah baru dalam karirnya.

Ia resmi terpilih sebagai Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) periode 2027-2032, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari tokoh nasional, Drs. HM. Jusuf Rizal.

Ini bukanlah sekadar cerita tentang pencapaian jabatan, melainkan narasi panjang tentang peluh, keberanian, dan keberpihakan pada kaum marginal yang tidak pernah luntur.

Akar yang tumbuh di kesunyian lereng Gunung Lemongan, lahir dan tumbuh di Dusun Curah Pakes, Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, masa kecil Samsudin dihabiskan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Namun, keterbatasan geografis tidak pernah mengerdilkan visi intelektualnya.

Ketertarikannya yang mendalam terhadap diskursus hukum telah menjadi kompas penunjuk arah, menuntun langkahnya untuk mencari keadilan yang esensial.

Jejak pergerakannya mulai terukir solid saat pria berumur 44 tahun ini resmi bergabung dengan LSM LIRA pada tahun 2016, memikul amanah sebagai Bupati LSM LIRA Probolinggo. Di tangannya, organisasi tersebut bertransformasi menjadi kekuatan sipil yang tangguh dan memiliki daya tawar di mata hukum.

Melawan Arus Tirani: Sang Pendobrak Sejarah

Ujian integritas dan nyali seorang Samsudin mencapai titik kulminasi ketika ia harus berhadapan dengan hegemoni 'Dinasti Hasan', sebuah kekuatan politik yang telah puluhan tahun mencengkeram kekuasaan di Probolinggo. Di saat iklim sosial masyarakat cenderung apatis dan diliputi keengganan untuk berkonfrontasi dengan penguasa, pria yang akrab disapa Cak Syam ini justru memilih jalan sunyi yang penuh risiko: menentang tirani.

article

Tahun 2020 menjadi saksi bisu keberaniannya. Ia memotori sebuah pergerakan masif, memimpin ribuan massa turun ke jalan dan mengepung kantor pemerintah daerah. Demonstrasi bersejarah yang belum pernah terjadi di daerah tersebut menjadi katalisator penting yang akhirnya memicu keruntuhan hegemoni dinasti yang telah mengakar kuat.

Mahkota Keadilan Tanpa Harga

Gebrakan anti-korupsinya yang tajam dan tak kenal kompromi membuat karirnya meroket tajam, mengantarkannya pada posisi Gubernur LSM LIRA Jawa Timur pada tahun 2024. Namun, ada satu hal yang membuat sosok Samsudin begitu dihormati: jabatannya yang kian tinggi tidak pernah membuatnya berjarak dengan penderitaan rakyat.

Ia tetaplah figur pelindung bagi warga kecil yang tersesat dalam labirin hukum. Komitmen advokasinya dijalankan dengan keanggunan seorang pejuang sejati melalui prinsip yang tidak bisa ditawar.

Ia selalu berdiri tegak membela yang benar, tanpa pandang bulu. Samsudin juga pantang menerima bayaran dari masyarakat kecil yang didampinginya.

Alih-alih memperkaya diri, Samsudin justru kerap merogoh kocek pribadinya untuk mendanai operasional pergerakan. Baginya, memastikan rakyat kecil mendapatkan hak dan keadilan jauh lebih bernilai dari sekadar materi.

Berlabuh di Puncak Kepemimpinan Nasional

Kini, buah dari konsistensi dan keikhlasan itu memetik hasil yang manis. Pria yang dahulu merajut asa di pelosok desa terpencil tersebut telah melangkah masuk ke episentrum pergerakan sipil Indonesia.

Menduduki kursi Presiden LSM LIRA, Samsudin bukan lagi sekadar aktivis daerah, melainkan menjelma menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di tingkat nasional. Sebuah titik balik yang elegan dan inspiratif—membuktikan bahwa integritas tak pernah mengkhianati hasil, dan dari desa yang sepi, lahir seorang panglima pelindung hak-hak masyarakat sipil. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Abdul Jalil
|
Editor:Muhammad Iqbal

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Probolinggo, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.