TIMES PROBOLINGGO, JAKARTA – Musim Formula 1 2027 memang masih dua tahun lagi, namun arah persaingan sudah mulai terbaca sejak sekarang. Sejumlah tim telah mengamankan pembalap kunci mereka, sementara sebagian besar kursi justru masih berstatus “abu-abu”.
Kondisi ini membuat bursa pembalap F1 2027 diprediksi menjadi salah satu yang paling dinamis dalam satu dekade terakhir.
Nama-nama besar seperti Max Verstappen dan Charles Leclerc diperkirakan bakal menjadi faktor penentu. Setiap klausul kontrak, performa musim berjalan, hingga perubahan regulasi teknis berpotensi menggeser peta kekuatan grid.
Berikut gambaran sementara susunan pembalap F1 2027 berdasarkan konfirmasi kontrak hingga akhir Januari 2026.
McLaren: Stabilitas di Tengah Persaingan
McLaren menjadi salah satu tim paling tenang menghadapi 2027. Juara dunia bertahan Lando Norris terikat kontrak jangka panjang, demikian pula Oscar Piastri. Secara teori, duet ini akan bertahan hingga akhir 2027 dan 2028, menjadikan McLaren relatif aman dari turbulensi pasar pembalap.
Mercedes: Menunggu Arah Angin
Di kubu Mercedes, situasinya lebih cair. George Russell dan rookie sensasional Kimi Antonelli memang sudah memperpanjang kontrak hingga 2026, namun durasi pastinya belum diumumkan.
Mercedes diyakini masih membuka ruang, terutama jika peluang merekrut Verstappen terbuka. Skenario Russell–Verstappen sebagai rekan setim pun mulai ramai dibicarakan di paddock.
Red Bull: Masa Depan Verstappen Jadi Kunci
Meski terikat kontrak hingga 2028, masa depan Verstappen di Red Bull Racing tidak sepenuhnya aman. Klausul performa disebut memungkinkan sang juara dunia hengkang lebih cepat jika target klasemen tidak terpenuhi hingga pertengahan 2026.
Sementara itu, kursi kedua Red Bull juga belum pasti. Isack Hadjar dipromosikan untuk 2026, tetapi sejarah menunjukkan Red Bull tidak segan melakukan pergantian cepat jika performa tak sesuai ekspektasi.
Ferrari: Leclerc Aman, Hamilton Tanda Tanya
Di Ferrari, Leclerc sudah mengamankan masa depannya hingga 2029. Namun, isu lama kembali muncul: klausul keluar lebih awal jika mobil Ferrari kembali gagal bersaing dalam perebutan gelar.
Sementara itu, status Lewis Hamilton masih terbuka. Kontraknya disebut berdurasi dua tahun sejak 2025, dengan opsi perpanjangan ke 2027. Hamilton sendiri menyebut masa depannya “belum mendesak untuk dibahas”, tetapi usia dan ambisi gelar kedelapan akan menjadi faktor krusial.
Tim Lain: Dominasi Status TBC
Sebagian besar tim masih belum mengunci susunan 2027:
-
Williams: Alex Albon dan Carlos Sainz terikat kontrak multi-tahun, tetapi detailnya tertutup rapat.
-
Racing Bulls: Kontrak Liam Lawson dan Arvid Lindblad hanya mencakup 2026.
-
Aston Martin: Masa depan Fernando Alonso pasca-2026 menjadi teka-teki, sementara Lance Stroll praktis selalu memiliki kursi selama ayahnya memiliki tim.
-
Haas: Kontrak Esteban Ocon dan Ollie Bearman habis pada 2026.
-
Audi: Durasi kontrak Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto belum diungkap.
-
Alpine: Pierre Gasly aman hingga 2028, rekan setimnya masih misteri.
Cadillac: Pendatang Baru dengan Nama Besar
Tim anyar Cadillac justru bergerak agresif. Mereka telah mengamankan duet berpengalaman Valtteri Bottas dan Sergio Perez dengan kontrak multi-tahun, meski detail durasinya dirahasiakan.
Menuju 2027: Menunggu Efek Domino
Dengan begitu banyak kursi belum terisi, satu keputusan besar—terutama terkait Verstappen atau Hamilton—berpotensi memicu efek domino di seluruh grid. F1 2027 bukan sekadar musim baru, melainkan babak transisi yang bisa mengubah peta kekuatan Formula 1 dalam jangka panjang. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Peta Awal Grid F1 2027, Bursa Pembalap Mulai Memanas
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |