Konfercab IPNU-IPPNU Kraksaan: Momentum Cetak Kader Pelajar NU Unggul
Pimpinan IPNU dan IPPNU Kraksaan bakal menggelar Konfercab, bulan depan. Bukan hanya suksesi kepemimpinan organisasi pelajar NU.
PROBOLINGGO – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jatim, bersiap menggelar hajat besar.
Forum permusyawaratan tertinggi tingkat cabang, yakni Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU ke-XXIV dan IPPNU ke-XXIII, dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 mendatang.
Bertempat di Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah, Sumberanyar, Kecamatan Paiton, konferensi tahun ini mengusung tema besar “Purposeful Devotion: Empowering NU Students.” Tema ini merefleksikan kesadaran pengabdian yang terarah untuk membangun visi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Bukan Sekadar Suksesi Kepemimpinan
Dalam konferensi pers pra-kegiatan yang digelar pada Minggu (8/3/2026), Ketua PC IPNU Kraksaan, Wahyu Alfandi Putra, menegaskan bahwa Konfercab ini bukan sekadar agenda rutin untuk mengganti nakhoda organisasi.
"Konfercab yang akan datang fokus pada gagasan besar dalam menciptakan ritme organisasi yang mampu mencetak generasi terpelajar. Kita ingin memastikan Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia memperoleh suplai kader unggulan dari organisasi ini," ujar Wahyu.
Menurutnya, IPNU memegang tanggung jawab moral untuk melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan semangat pengabdian berdasarkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Ruang Pemberdayaan Pelajar Putri
Senada dengan Wahyu, Ketua PC IPPNU Kraksaan, Komariah Banowati, menekankan posisi strategis IPPNU sebagai kawah candradimuka bagi pelajar putri di wilayah Kraksaan. Ia memandang IPPNU sebagai wadah proses untuk melahirkan perempuan muda yang visioner.
"IPPNU adalah wadah untuk bertumbuh dan mengambil langkah strategis bagi masa depan NU. Kita tidak hanya bicara soal keberlanjutan struktural, tapi tentang pengabdian yang mendalam. Semoga ikatan ini menjadi jembatan menuju masa depan gemilang," ungkap Banowati.
Agenda Strategis dan Transformasi Digital
Konfercab ini akan diikuti oleh delegasi dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat, hingga Pimpinan Ranting se-Cabang Kraksaan. Selain laporan pertanggungjawaban dan pemilihan ketua baru, forum ini akan merumuskan berbagai rekomendasi strategis organisasi untuk masa khidmat berikutnya.
Fokus utama pembahasan nantinya mencakup penguatan pola kaderisasi yang lebih adaptif, peningkatan kapasitas intelektual kader di tengah derasnya arus informasi, hingga penguasaan transformasi digital. Langkah ini diambil agar IPNU dan IPPNU tetap relevan dalam menjawab tantangan perubahan sosial yang semakin cepat, sekaligus memastikan setiap kader memiliki literasi yang kuat dalam menghadapi dinamika zaman.
Sebagai catatan, kepemimpinan IPNU Kraksaan selama satu dekade terakhir telah diwarnai oleh sosok-sosok progresif, mulai dari Masrur Ghazali (2014-2016) hingga Wahyu Alfandi Putra (2024-2026). Konfercab ke-XXIV ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam melahirkan estafet perjuangan yang lebih inklusif dan berdaya saing global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



