Antisipasi Panic Buying, Wali Kota Probolinggo Turun Tangan Cek Takaran BBM
Menyambangi SPBU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Selasa (10/3/2026), Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin tak sekadar memastikan stok bahan bakar aman.
PROBOLINGGO – Menjelang arus mudik Lebaran, kekhawatiran warga tak hanya soal harga cabai yang masih tinggi, tetapi juga ketersediaan BBM di SPBU. Menyambangi SPBU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Selasa (10/3/2026), Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin tak sekadar memastikan stok bahan bakar aman. Lebih dari itu, ia turun langsung mengecek takaran nozzle untuk memastikan tidak ada kecurangan yang merugikan konsumen.
Di SPBU tersebut, tim yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan uji petik terhadap alat ukur BBM. Hasilnya, seluruh takaran dinyatakan akurat dan sesuai standar. Pengecekan ini menjadi penting mengingat jelang Idulfitri biasanya konsumsi BBM meningkat drastis, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan mudik.
"Kami pastikan takarannya sudah benar. Masyarakat tidak perlu khawatir akan ada permainan di SPBU. Silakan mengisi sesuai kebutuhan," ujar Aminuddin di lokasi.
Selain mengecek takaran, wali kota juga memastikan stok BBM premium, pertalite, hingga solar dalam kondisi aman. Pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjamin pasokan tetap lancar hingga H+7 Lebaran. Jika sewaktu-waktu stok menipis, pemerintah daerah akan segera melaporkan untuk dilakukan pengiriman tambahan.
Yang menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini adalah imbauan tegas agar warga tidak melakukan aksi panic buying atau pembelian berlebihan. Menurut Aminuddin, kebiasaan masyarakat yang kerap menimbun BBM menjelang libur panjang justru berpotensi menciptakan kelangkaan buatan.
"Stok aman, takaran akurat. Jadi tidak ada alasan untuk rebutan atau mengisi bensin sampai berlebihan. Kalau semua beli normal, semua akan kebagian," imbuhnya.
Sidak ke SPBU ini merupakan rangkaian dari inspeksi pasar yang dilakukan sebelumnya di Pasar Baru. Di pasar tradisional tersebut, wali kota memang mendapati harga cabai rawit yang masih menyentuh Rp100 ribu per kilogram dan sejumlah bahan pokok lain yang merangkak naik. Namun untuk BBM, pemerintah menjamin tidak ada gejolak harga maupun pasokan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




