TIMES PROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkena dampak banjir bandang yang terjadi pada malam hari Sabtu (17/1/2026). Bencana ini disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat selama beberapa jam berturut-turut.
Kecamatan yang terdampak meliputi Krejengan, Tongas, Sumberasih, Maron, Gading, Besuk, dan Kraksaan. Banjir menerjang berbagai lokasi termasuk permukiman warga, fasilitas umum, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, ketinggian air banjir di sebagian besar titik terdampak mencapai satu meter, bahkan lebih tinggi di beberapa lokasi.
“Terjangan banjir di berbagai daerah kondisinya hampir sama. Beberapa tempat mengalami genangan air yang lebih dari satu meter,” jelasnya pada Minggu pagi.
Di Kecamatan Krejengan, kejadian banjir semakin parah setelah tanggul penahan air Sungai Rondoningo jebol akibat tidak mampu menahan debit air yang meningkat drastis usai hujan deras mengguyur selama sekitar lima jam. Akibatnya, puluhan rumah warga dan sejumlah pondok pesantren di Desa Opo-opo dan Desa Tanjungsari terendam air.

Selain merendam bangunan tempat tinggal dan pendidikan, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur penting. Salah satunya adalah jembatan penghubung antardusun yang terputus di Dusun Asina, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Beberapa titik tanggul juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tekanan air yang tinggi.
Segera setelah bencana terjadi, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta unsur relawan telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Kegiatan utama yang sedang dilakukan adalah evakuasi warga yang berada di zona bahaya dan asesmen mendalam untuk mendata kerusakan serta kebutuhan masyarakat.
“Kami menjadikan evakuasi warga sebagai prioritas utama untuk memastikan keselamatan mereka. Sampai saat ini, berkat kerja sama yang baik, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian banjir bandang ini,” ujar Oemar.
Warga yang telah dievakuasi saat ini ditempatkan di lokasi pengungsian yang lebih aman dan akan tetap berada di sana hingga kondisi banjir surut dan daerah dinyatakan aman untuk ditempati kembali.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. (*)
| Pewarta | : Dicko W |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |